Hasto: Beragam Proyek Delegitimasi Pemilu Gagal Total, Jokowi-Ma'ruf Makin Dicintai Rakyat

Hasto: Beragam Proyek Delegitimasi Pemilu Gagal Total, Jokowi-Ma'ruf Makin Dicintai Rakyat
Hasto Kristiyanto (kiri). ( Foto: Dok TKN )
Markus Junianto Sihaloho / YS Jumat, 12 April 2019 | 15:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Proyek untuk mendelegitimasi pemilu dan penyelenggaranya yang dilakukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai gagal total. Saat ini rakyat justru makin bersimpati kepada Jokowi-Ma'ruf Amin yang selalu bekerja dalam jalan persaudaraan serta rekonsiliasi.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan, ada berbagai proyek yang dilakukan, sebagai suatu kesatuan upaya mendelegitimasi Pemilu 2019. Yakni berbagai ancaman mengadakan people power, hoax tujuh kontainer yang telah dicoblos, hoax bocoran penghitungan suara luar negeri, fitnah server KPU yang didesain untuk memenangkan paslon 01, hingga skenario surat suara yang sudah dicoblos.

Padahal, KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu, dipilih secara demokratis di DPR RI. Dan saat itu, Gerindra, PAN, dan PKS menjadi bagian koalisi yang ikut memimpin pemilihan itu.

"Maka, ketika berbagai sandiwara pemilu dijalankan, dan berbagai hoax dan fitnah diluncurkan hanya untuk menyerang Pak Jokowi, maka rakyat Indonesia justru berbalik arah. Rakyat semakin memerkuat dukungan pada Pak Jokowi. Jadi semua jurus hitam yang dipakai menjadi senjata makan tuan," ujar Hasto, Jumat (12/4/2019).

Menurut Hasto, tim Prabowo-Sandi seharusnya paham, bahwa ketika aspek negatif seperti hoax dan fitnah digunakan, maka hal tersebut akan masuk ke dalam perilaku, mental, dan cara bertindak yang negatif pula.

"Bisa dibayangkan mengapa Prabowo kerap semakin emosional dan dari tangannya mengalir energi negatif dengan gebrakan. Hal tersebut malah mengikis martabat Prabowo sendiri," tutur dia.

Demikian halnya sosok Ratna Sarumpaet, Neno Warisman, Bahar Smith, Amien Rais, Fadli Zon, dan lain-lain, yang menurut Hasto semuanya banyak menampilkan hal negatif yang sebangun dengan watak dan karakter hoax itu sendiri.

"Untuk itu, mari perangi hoax dan fitnah. Jurus Trump yang mendeligitmiasi penyelenggara pemilu agar banyak golput, tidak berlaku di sini," katanya.

"Berbagai jurus hitam yang dijalankan untuk menyerang Pak Jokowi-Ma'ruf Amin, akan berhadapan dengan benteng kultural, berupa niat baik, tenggang rasa, cinta damai, dan keharmonian. Watak dan karakter bangsa Indonesia itu membangun persaudaraan. Jadi jangan kotori peradaban kita dengan hal-hal hitam yang merusak sistem nilai kemanusiaan kita," ulas Hasto lagi.



Sumber: Suara Pembaruan