Hasto Ingatkan Jangan Pilih Pemimpin yang Larang Tertawa

Hasto Ingatkan Jangan Pilih Pemimpin yang Larang Tertawa
Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, dalam kampanye terbuka di Pulau Flores yang dipusatkan di Kabupaten Sikka, Selasa (9/4/2019). ( Foto: istimewa / istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / YUD Jumat, 12 April 2019 | 16:48 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Pemilu 2019 menjadi momentum bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang tak melarang rakyatnya untuk tertawa, sekaligus pemimpin yang sehat jiwa dan raganya.

Hal itu diungkap Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, saat berbicara di acara 'Jokfest, Pesta Rakyat 01 Optimis', yang dihadiri ribuan warga Bandung, Jumat (12/4/2019).

Kata Hasto, bagi pemimpin yang raganya sehat, namun jiwanya tak sehat, maka biasanya suka temperamental. Pemahaman soal hal ini menurutnya penting menjelang pencoblosan pemilu 2019.

"Yang raganya sehat tapi jiwanya tak sehat biasanya suka temperamental. Kampanye, orang mau salaman dipukul misalnya. Lalu tiba-tiba gebrak-gebrak meja. Kalau sedang emosi saat debat tiba-tiba menari," kata Hasto Kristiyanto disambut tawa para peserta.

"Kalau ada yang tertawa dia marah-marah. Ketawa saja dilarang. Buat apa kita dipimpin yang ketika belum memimpin saja sudah melarang orang tertawa," tegas Hasto.

Dipastikan Hasto, kualitas demikian tak ada di pasangan calon Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Paslon nomor urut 01 justru terus menunjukkan kualitas kepemimpinan yang diinginkan oleh rakyat.

Maka itu, kepada para pendukung Jokowi-Ma'ruf, Hasto menyerukan agar semangat perjuangan tanpa menyerah terus digelorakan. Isilah segala ruang sosial dan media sosial di seluruh Jawa Barat dengan kebaikan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Bahwa di bawah pemimpin baik ini, bahwa dengan kerja kerja kerja akan bisa mengatasi seluruh permasalahan rakyat," ujar Hasto.

Secara khusus dia meminta para kaum muda milenial untuk menyosialisasikan tiga kartu sakti Jokowi-Ma'ruf. Yakni kartu sembako, KIP Kuliah, dan Kartu Prakerja.

"Kami harap jaga TPS. Kita putihkan TPS dengan 12 saksi. Jangan buat teori-teori Donald Trump berlaku di Indonesia karena kita berbeda dengan Amerika Serikat," ujar Hasto.

"Jangan sampai ada yang golput. Sebab golput berarti tak mau melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban sebagai warga negara. Mari kita berbondong-bondong ke TPS demi kemajuan kita bersama," tambahnya.

Di acara itu, selain Hasto, hadir juga sesepuh Jawa Barat Solichin GP dan para pimpinan kelompok relawan di Kota Bandung.

Selain itu, hadir juga perwakilan 120 perguruan silat dari Bandung dan berbagai kota di Jawa Barat untuk melakukan ikrar kesetiaan. Yakni ikrar kepatuhan terhadap Pancasila dan NKRI.

Menurut Hasto, ikrar tersebut menjadi penting karena memang ada gerakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

"Kita sudah melihat bukti di Jawa Timur bagaimana ideologi kegelapan itu bekerja melalui teror yang dilakukan. Mereka telah menjadi penumpang gelap demokrasi. Mari kita tegakkan Pancasila, NKRI Harga Mati," tegas Hasto.

Di acara itu, karena merupakan pesta rakyat, berbagai stan makanan dan minuman didirikan oleh masyarakat maupun relawan.



Sumber: BeritaSatu.com