Hendropriyono: Bikin Rusuh Pemilu, Bakal Gali Lubang Sendiri

Hendropriyono: Bikin Rusuh Pemilu, Bakal Gali Lubang Sendiri
Hendropriyono saat memberikan Filsafat Intelijen di Sekolah Tinggi Hukum Militer, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019). ( Foto: istimewa / Istimewa )
Yustinus Paat / MPA Jumat, 12 April 2019 | 20:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 tidak akan rusuh atau chaos. Menurut Hendropriyono, pembuat rusuh Pemilu bakal menggali lubang sendiri.

"Orang yang mengancam-ancam mau membikin chaos, itu kan ada orang itu, saya juga baca. Dia itu menggali lubang sendiri," kata Hendropriyono seusai memberikan kuliah Filsafat Intelijen di Sekolah Tinggi Hukum Militer, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (12/4).

Hendropriyono menegaskan bahwa TNI atau Polri tidak mungkin membiarkan para provokator membuat rusuh pemilu 2019. Apalagi, kata dia, mayoritas masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cinta damai dan toleran.

"Tentara dan polisi itu siap selalu untuk mengamankan rakyat, karena hukum yang tertinggi adalah keselamatan rakyat. Itu yang harus dipegang, hukum lain itu di bawah," tandas dia.

Mantan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu mengatakan, setiap anggota TNI masih terikat kepada sumpah prajurit dan sapta marga. Dengan itu, kemungkinan terjadinya chaos sangat sulit. Hal itu terbukti sampai saat ini tak ada konflik signifikan selama gelaran pemilu 2019 berlangsung.

"Tidak mungkin dalam keadaan seperti ini tentara akan diam saja. Jadi masyarakat enggak usah khawatir, sebelum dan sesudah pemilu ada keributan itu tidak mungkin," imbuh dia.

Hendropriyono hanya mengingatkan bahwa chaos itu berawal dari penyebaran hoax. Menurut dia, masyarakat sebenarnya juga bisa berperan melawan penyebaran-penyebaran hoax itu.

"Chaos itu bisa karena hoax. Dan ini hanya masyarakat sendiri yang bisa meredam. Hoax-hoax ini terus menerus berkeliaran menjelang pemilu. Tolong masyarakat bisa segera memisahkan-misahkan mana yang benar dan mana yang hoax," ucap dia.

Hendropriyono mengakui, dalam penyelenggaraan Pemilu ini aparat termasuk tentara harus bersikap netral. Namun, jika ada yang melawan Pancasila menurutnya tentara tak boleh netral.

"Meskipun untuk Pemilu ini memang kita mesti netral, tapi kalau menghadapi musuhnya Pancasila, tidak ada netral. Tentara, polisi, dan siapa saja seluruh rakyat Indonesia harus berdiri di Pancasila," pungkas Hendropriyono.



Sumber: BeritaSatu.com