Maruarar: Tingkat Kepercayaan Rakyat ke Jokowi Naik Signifikan

Maruarar: Tingkat Kepercayaan Rakyat ke Jokowi Naik Signifikan
Calon presiden petahana Joko Widodo, dalam orasi politiknya saat berkampanye di di Lapangan Sitarda Laksana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4/2019). ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Hotman Siregar / YUD Jumat, 12 April 2019 | 21:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC) merilis hasil survei teranyarnya terkait elektabilitas pasangan calon yang berkontestasi di Pilpres 2019. Hasilnya, paslon 01 Jokowi-Ma'ruf unggul dari paslon 02 Prabowo-Sandi.

Jokowi-Amin mendapat dukungan 56,8 persen dan Prabowo-Sandi 37 persen. Sementara 6,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Menanggapi hal itu, influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Maruarar Sirait mengatakan, perbedaan elektabilitas Jokowi dengan Prabowo yang mencapai 19,8 persen sebagai bukti bahwa kepercayaan rakyat semakin meningkat kepada Jokowi.

"Dengan melihat hasil survey SMRC ini saya kira kalau ada yang bilang distrust kepada Jokowi, itu tidak benar. Saya kira kepercayaan kepada Jokowi itu semakin meningkat dibanding Pilpres 2014 lalu," ujar Marurarar di kantor SMRC, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan 3 kali lipat dibanding selisih perolehan suara pada Pilpres 2014 yang hanya 6 persen. Selisih itu naik tiga kali lipat yang kini menjadi 19 persen.

"Selisih ini tidak mungkin secara tiba-tiba ada peningkatan yang luar biasa," ucapnya.

Selisih 19,8 persen tersebut, kata Maruarar, setara dengan jumlah DPT 25 juta pemilih. Artinya, dibanding 2014, tingkat kepercayaan rakyat ke Jokowi semakin tinggi.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis surveynya mengatakan, tingginya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf karena melihat dari kinerja Presiden Jokowi yang dinilai masyarakat baik.

Survei ini dilakukan pada 5 sampai 8 April 2019. Metode yang dilakukan dalam survei ini adalah stratified multistage random sampling dengan 2.285 responden. Margin of error dalam survei ini kurang lebih 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Yang merasa puas dengan kinerja Jokowi ada 71 persen dan ini cenderung stabil dari waktu ke waktu," kata Deni.

Sementara itu, faktor lainnya adanya keyakinan akan kepemimpinan Jokowi. Hasilnya 68 persen, lebih banyak dari yang tidak yakin 27 persen, sedangkan 5 persen lainnya tidak menjawab.

"Dalam Kondisi ekonomi, politik, hukum dan keamanan masyarakat juga puas terhadap kinerja Jokowi," kata Deni.



Sumber: Suara Pembaruan