Jokowi Diyakini Akan Ajak Koalisi 02 Bergabung Pascapilpres

Jokowi Diyakini Akan Ajak Koalisi 02 Bergabung Pascapilpres
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1). ( Foto: Antara/Widodo S.Jusuf )
Carlos KY Paath / YS Jumat, 12 April 2019 | 21:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) diyakini akan mempertimbangkan untuk mengajak partai koalisi pasangan calon (paslon) 02 bergabung setelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Dalam politik, hal itu bukan sesuatu yang mustahil terjadi.

“Bicara politik itu seni segala kemungkinan. Mungkin pada last minute (akhir-akhir) setelah lewat (Pilpres), kalau ingin gabung saya rasa Pak Jokowi bisa pertimbangkan,” kata Wakil Sekjen Partai Golkar Christina Aryani dalam rilis survei Indopolling Network sekaligus diskusi bertajuk “Jelang Final, Siapa Terpental” di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Namun, kata Christina, posisi koalisi jadi pertimbangan. "Patut diketahui posisi siapa yang "berdarah" dari awal, siapa yang datang las minute,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Bappilu PDI Perjuangan MM Restu Hapsari juga menyatakan hal serupa.

“Setuju saja. Kalaupun akan merangkul yang sekarang ada di koalisi sebelah, mudah-mudahan pertimbangannya ideologi yaitu Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Restu.

Apabila empat hal itu dijadikan pegangan, menurut Restu, partai koalisi 01 akan mendukung. Sebab, presiden terpilih memang harus bekerja sama dengan parlemen untuk kepentingan bangsa lebih baik.

Restu menambahkan, Jokowi pernah mengajak partai lain koalisi usai Pilpres 2014.

“Belajar dari 2014, koalisi kita enggak bisa kerja sangat kuat. Kita terkejut ketika Pak Jokowi mainkan peran kuat, sehingga merangkul banyak partai yang lain. Karena ini tujuannya kan untuk memperkuat parlemen,” ucap Restu.

Restu menyebutkan, “Pak Jokowi ini politisi Jawa tulen. Beliau merangkul dengan caranya sendiri. Terkadang kita agak kaget, ternyata bisa. Mudah-mudahan lima tahun ini ketika parlemen kuat, Pak Jokowi juga kuat. Saya kira bangsa ini akan mendapat anugerah luar biasa.”



Sumber: Suara Pembaruan