Politisi Demokrat: Kami Tidak Haus Kekuasaan

Politisi Demokrat: Kami Tidak Haus Kekuasaan
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno olahraga bersama dengan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono di GOR Bulungan, Minggu pagi (17/03/2019). ( Foto: ANTARA/Susylo Asmalyah )
Carlos KY Paath / YS Jumat, 12 April 2019 | 21:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Partai Demokrat (PD) tak ingin membahas mengenai koalisi setelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Khususnya, jika pasangan calon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) memenangkan Pilpres.

“Kami tidak haus kekusaaan,” kata Sekretaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ardy Mbalembout dalam rilis survei Indopolling Network sekaligus diskusi bertajuk “Jelang Final, Siapa Terpental” di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Ardy mengungkapkan, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pernah menyatakan bahwa PD tidak terjebak pada bagi-bagi kursi menteri. “Kita lebih mementingkan bagaimana merebut hati rakyat,” ucap Ardy.

Menurut Ardy, persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih penting dibandingkan kekuasaan. “Bagaimana menjadikan bangsa ini lebih baik. Anak bangsa menyatukan, menjaga NKRI, merawat kebinekaan, mendengarkan suara rakyat,” imbuh Ardy.

Ardy pun menyebutkan, siapapun yang terpilih, Demokrat tidak menginginkan kekuasaan atau menjadi menteri.

"Yang jelas kita komitmen membangun bangsa. Siapapun yang jadi kita harus dukung. Kepentingan kita, mau 01 atau 02 jadi, enggak ada urusan,” tambah dia.



Sumber: Suara Pembaruan