MPR Dorong Masyarakat Jangan Golput

MPR Dorong Masyarakat Jangan Golput
Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah (tengah) saat membuka kegiatan Media Expert Meeting - MPR RI di Gili Trawangan, Lombok, NTB, Jumat (12/4/2019). ( Foto: suarapembaruan / Yuliantino Situmorang )
Yuliantino Situmorang / YS Jumat, 12 April 2019 | 22:05 WIB

Lombok, Beritasatu.com -  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) meminta masyarakat menyukseskan Pemilu 2019 dengan ikut mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019.

"Jangan golput, datanglah ke TPS. Sebab, lima menit di TPS menentukan masa depan bangsa kita lima tahun ke depan," ujar Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah saat membuka kegiatan Media Expert Meeting - MPR RI di Gili Trawangan, Lombok, NTB, Jumat (12/4/2019).

Hadir pada kesempatan itu, Kasubag Pemberitaan dan Layanan Informasi Biro Humas Budi Muliawan, jajaran Humas MPR, serta 27 perwakilan media massa nasional.

Siti menambahkan, aparatur sipil negara dilarang untuk berpolitik, namun sebagai lembaga politik, pihaknya harus membangkitkan peran serta publik di pesta demokrasi Pemilu 2019.

Makanya, pada kegiatan kali ini pihaknya memilih tema khusus "Peningkatan Partisipasi Publik pada Pemilu 2019".

"Kita berharap media massa bisa membangkitkan partisipasi masyarakat untuk mencoblos, tidak golput," tambahnya.

Menurut dia, peran media itu bisa dilakukan dengan pemberitaan positif. Jangan sampai ada pemberitaan negatif yang menyurutkan masyarakat untuk memilih.

Ia juga berharap pemberitaan media massa tetap netral, tidak memihak salah satu paslon ataupun parpol tertentu. "Tapi tetap harus menjaga bagaimana kita tetap berperan supaya tidak melempem," tambahnya.

Muliawan menambahkan, media massa diharapkan mengabarkan hal-hal baik sehingga mengajarkan masyarakat menggunakan hak pilihnya di 17 April 2019.

"Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers menjadi salah satu penyampai aspirasi masyarakat. Dengan tren partisipasi yang menurun, media bisa berperan agar masyarakat memanfaatkan haknya di Pemilu 2019," tambahnya.

Hadits Abdilah, salah satu jurnalis mengatakan, MPR memiliki peran mempersatukan bangsa. Karena itu, melihat kondisi masyarakat yang mulai terbelah menjelang pemilu, MPR semestinya berperan secara aktif untuk mempersatukan masyarakat kembali. Termasuk aktif dalam menekan hoax dan terus aktif mengajak publik untuk tidak golput.

“Salah satunya melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah di mana banyak swing voters dan undecided voters,” tutur dia.

Tak hanya jelang pemilu, peran aktif MPR juga diperlukan pascapemilu untuk kembali mempersatukan bangsa.

Peserta lainnya, M Rifwan mengatakan, tim humas MPR perlu mempergencar publikasi yang berisi imbauan agar politisi tidak hanya fokus pada upaya memenangkan pemilu, tetapi juga peduli pada politik kebangsaan.

“Hal ini untuk mengeleminasi berbagai bentuk kecurangan yang bisa berdampak turunnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemilu,” ujar Rifwan.

Menurut dia, kerja sama antara MPR dan media massa yang sudah kondusif saat ini perlu dipertahankan setelah Pemilu 2019. Hal itu terkait dengan berubahnya atmosfer politik di MPR dan hadirnya pimpinan MPR baru hasil pemilu.



Sumber: Suara Pembaruan