Hamdi Muluk: Jangan Salahkan Lembaga Survei

Hamdi Muluk: Jangan Salahkan Lembaga Survei
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / YS Jumat, 12 April 2019 | 22:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Hamdi Muluk berharap lembaga survei kredibel tidak disudutkan. Apalagi, jika sampai ada anggapan bahwa lembaga survei tak perlu dipercaya.

“Jangan salahkan lembaga survei. Jangan diskreditkan lembaga survei. Sebagai dewan etik, saya gembira hampir semua sama temuannya. Kalau aneh, saya harus panggil. Ilmuwan selalu bekerja dengan data akurat," kata Hamdi dalam rilis survei Indopolling Network sekaligus diskusi bertajuk “Jelang Final, Siapa Terpental” di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Ia menambahkan, “Kalau ada yang aneh sendiri hasilnya dengan periode survei sama, maka kita harus cek."

Akan tetapi, menurut Hamdi, pihaknya tak dapat memanggil lembaga survei yang datang dari antah berantah. Misalnya seperti lembaga Precision Public Policy Polling (PPPP) yang beberapa waktu lalu diberitakan memiliki survei Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Hasilnya, pasangan calon (paslon) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 54%, sementara paslon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin hanya 37%.

“Ada survei PPPP, ternyata lembaganya enggak ada. Hal seperti ini kita harus cerdas, jangan telan semua,” ujar Hamdi.

Hamdi menyatakan, mengecek kredibilitas lembaga survei bukan perkara sulit. Misalnya reputasi hasil survei selama ini. Peneliti yang terlatih atau tidak. “Sekarang banyak tuh tiba-tiba ada lembaga,” ungkap Hamdi.

Lebih gawat lagi, lanjut Hamdi, ada lembaga yang pernah salah melakukan hitung cepat Pilpres 2014.

“Salah total. Dipanggil enggak mau datang. Enggak bisa tunjukkan metode, tapi sekarang masih dianggap. Dimuat pula di berita,” tukas Hamdi.

Hamdi mengungkap, hasil-hasil lembaga survei yang menggunggulkan paslon 01 saat ini sepatutnya dijadikan acuan.

“Kalau memang tidak ada kondisi-kondisi atau situasi yang berubah cepat, drastis, chaos segala macam, saya berpikir mungkin ini bisa kita jadikan perkiraan prediksi. Saya percaya ilmu pengetahuan,” tandas Hamdi. 



Sumber: Suara Pembaruan