Survei Indopolling Network, Elektabilitas PDIP 26,4 Persen

Survei Indopolling Network, Elektabilitas PDIP 26,4 Persen
Anggota Satgas Media Center Badan Pemenangan (BP) Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rahmat Sahid (kiri) berbincang dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, beberapa waktu lalu. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / WM Jumat, 12 April 2019 | 22:57 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencapai 26,4 persen berdasarkan hasil survei Indopolling Network. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi kedua dengan angka 14,6 persen.

“PDIP masih unggul dengan 26,4 persen, Gerindra 14,6 persen, Partai Golkar 11,1 persen, Partai Demokrat 7,5 persen, PKB 6,2 persen, PKS 4,4 persen, PAN 3,7 persen, PPP 3,4 persen, Nasdem 2,5 persen, dan Partai Perindo 1,3 persen,” kata Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir.

Hal itu disampaikan Wempy saat merilis survei yang dikemas dengan diskusi bertajuk “Jelang Final, Siapa Terpental” di Jakarta, Jumat (12/4). “Kalau dilihat dari peta elektabilias, setidaknya ada enam partai yang sudah bisa dipastikan akan lolos ke senayan,” ujar Wempy.

Adapun keenam partai itu yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat, PKB, dan PKS. Untuk diketahui, ambang batas partai lolos parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen. “Untuk empat partai lain yaitu PAN, PPP, Nasdem dan Perindo harus berjuang melewati batas 4 persen,” ucap Wempy.

Partai-partai dengan elektabilias di bawah 1 persen yakni Partai Hanura, PSI, PBB, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda. “Berpotensi besar gagal masuk ke Senayan,” demikian Wempy. Survei berlangsung pada 3-8 April 2019 di 34 provinsi.

Jumlah responden sebanyak 1080 dengan margin of error 2,98 persen pada tingkat keprcayaan 95 persen. Wempy juga mengungkap, sebanyak 77,2 persen responden tidak akan mengubah pilihannya. “Hanya 22,8 persen yang masih dapat berubah,” kata Wempy.

Wempy juga menyatakan, mayoritas publik telah mengetahui 17 April 2019 menjadi hari pemungutan suara Pemilu. “Ada 98 persen yang tahu, hanya 2 persen tidak ahu. Dari 98 persen ini, ikut memilih 98,4 persen, dan tidak ikut 1,6 persen,” pungkas Wempy.



Sumber: Suara Pembaruan