Jika Tak Lakukan Blunder, Kemenangan Jokowi di Depan Mata

Jika Tak Lakukan Blunder, Kemenangan Jokowi di Depan Mata
Hasan Nasbi ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 13 April 2019 | 09:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi mengingatkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin untuk memastikan bahwa pada 17 April pendukung Jokowi-KH Maruf Amin hadir di tempat pemungutasn suara (TPS). Kubu Jokowi juga diimbau untuk tidak melakukan blunder, karena kemenangan Jokowi-Ma'ruf sudah di depan mata.

Hasan meyakini, kecil kemungkinan elektabilitas kedua calon berubah pada hari H pemungutan suara, 17 April 2019, kecuali ada blunder yang dilakukan setiap calon dan tim suksesnya atau pemilih dari setiap calon tidak datang saat pemungutan suara. ”Maka, tinggal dipastikan bahwa pemilih datang ke tempat pemungutan suara dan hindari blunder menjelang pencoblosan. Contohnya, amplop yang diduga untuk serangan fajar,” kata Hasan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/4/2019)

Lebih lanjut dia melihat kampanye rapat umum sejak 24 Maret 2019 yang menghadirkan massa dalam jumlah banyak bukan jaminan calon akan meraih banyak suara. "Kampanye itu hanya ajang unjuk kekuatan," Ujarnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Cyrus Network terlihat pula alasan utama pemilih memilih Jokowi-Ma'ruf karena kinerja yang bagus dan terbukti nyata. Sebanyak 39,3% pemilih menyatakan hal ini. Alasan lain, karena pasangan ini merakyat dan sederhana sebanyak 19%. Kemudian, pemilih yang suka dengan Jokowi-Ma'ruf sebesar 7,5%.

Sisanya, kata Hasan, memilih Jokowi-Ma'ruf karena berbagai hal, seperti agar calon petahana bisa melanjutkan program kerjanya, baik dan ramah, dan banyak membantu rakyat.

Survei Nasional Cyrus Network yang dilakukan sejak 27 Maret hingga 2 April 2019 terhadap 1.230 responden penduduk Indonesia. Sebanyak 79% responden mengaku telah menetapkan pilihan, yaitu 56% memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf dan 38,1% memilih Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, 3,2% belum memutuskan pilihan, 0,7% tak memilih, dan 1,6% tidak menjawab.



Sumber: BeritaSatu.com