7.000 Relawan ABJ Bakal Hadir Konser Putih Bersatu Jokowi-Amin

7.000 Relawan ABJ Bakal Hadir Konser Putih Bersatu Jokowi-Amin
Pendukung pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin mulai berdatangan dari berbagai penjuru wilayah menuju Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Carlos KY Paath / CAH Sabtu, 13 April 2019 | 09:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 7.000 orang relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) bakal menghadiri Konser Putih Bersatu. Kampanye penutup pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Kegiatan tersebut dimulai pukul 14.00-17.00 WIB.

"Sekitar 7.000 massa Arus Bawah Jokowi yang hadir, berasal dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Termasuk 40 warga Tasikmalaya Jaringan Perantau Asli Tasikmalaya (Japati) yang bersama sukarelawan ABJ Jawa Barat (Jabar) berjalan kaki dari Bandung ke Jakarta pada Kamis 11 April 2019," kata Ketua Umum ABJ, Michael Umbas dalam keterangan pers seperti diterima Beritasatu.com, Sabtu (13/4/2019).

"Nantinya massa ABJ bergabung dengan segenap elemen kekuatan pendukung Jokowi-Amin. Kehadiran kami melengkapi ratusan ribu rakyat yang berduyun-duyun memadati SUGBK dan sekitarnya. Jika harus memenuhi keinginan pendukung dan rakyat seluruh Indonesia tentu kapasitas SUGBK dan sekitarnya tidak akan cukup. Pendukung Jokowi-Amin selalu antusias memadati kampanye-kampanye di daerah," ungkap Umbas.

Menurut Umbas, ABJ betul-betul mengerahkan dukungan penuh dalam kampanye penutup ini. "Kami ingin menjadi saksi sejarah. Kami siap menyimak sekaligus menjalankan instruksi langsung Pak Jokowi, khususnya untuk pemungutan suara Pilpres pada 17 April 2019," imbuh Umbas.

Umbas menyebut, sejak masa kampanye 23 September 2018, segenap relawan Arus Bawah Jokowi terus mendatangi masyarakat bawah. 

"Dengan militansi tinggi, kami juga melawan segala bentuk kampanye hitam, kabar hoax dan politik kebohongan." 

 



Sumber: Suara Pembaruan