Hari Ini, 65 PPLN Gelar Pemilu 2019

Hari Ini, 65 PPLN Gelar Pemilu 2019
surat suara pilpres. ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Sabtu, 13 April 2019 | 16:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panitia pemilu luar negeri (PPLN) di 65 kota di dunia menggelar pemungutan suara awal (early voting) pada Sabtu (13/4/2019) untuk warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Pemilu LN sendiri akan berakhir pada Minggu (14/3) sejak dimulai pada Senin (8/4).

Ketua Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri (Pokja PLN), Wajid Fauzi, mengonfirmasi jumlah PPLN yang melaksanakan pemilu sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Hari ini ada 65 PPLN yang melaksanakan pemungutan suara,” kata Wajid, yang juga sudah dilantik sebagai duta besar Republik Indonesia untuk Suriah, kepada SP, Sabtu.

Salah seorang WNI yang berada di Adelaide, Australia, Angela Wika, kepada SP, mengatakan dia dan suaminya mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) Perpustakaan Negara Australia Selatan (State Library of South Australia). Kota Adelaide sendiri masuk ke wilayah PPLN Sydney, Australia.

“Kami datang pagi sekitar pukul 09.30. Suasananya ramai lancar, TPS ada dua, jadi waktu antre dan mencoblos hanya sekitar 15 menit,” ujar Wika.

Wika mengatakan masyarakat di kota Adelaide terlihat antusias untuk mengikuti pemilu. Terkait prosedur, dia mengaku sudah mendaftarkan diri sejak tahun 2018 sehingga bisa mendapatkan formulir C6-KPU-LN bertuliskan “Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Luar Negeri kepada Pemilih”. Formulir C6 diperuntukkan bagi WNI di LN yang namanya sudah terdaftar, tetapi bagi yang belum terdaftar bisa datang pada sore hari untuk membawa paspor dengan catatan masih tersedia surat suara.

“Semoga terpilih yang terbaik, orang yang mendukung kebinekaan. Prosesnya juga jujur dan tidak ada kecurangan,” kata Wika.

Selain PPLN Sydney, sejumlah PPLN lain yang menggelar pemilu hari ini antara lain Abuja, Ankara, Bern, Brussels, Cape Town, Chicago, Dili, Islamabad, Houston, London, Los Angeles, Mexico City, New York, Tripoli, Vatikan, Paris, dan Phnom Penh.

Sementara itu, PPLN Dhaka, Bangladesh, yang menggelar pemilu hari Jumat (12/4), menyatakan jumlah pemilih WNI di Bangladesh sebanyak 247 orang. Sebanyak 186 WNI terdata mengikuti pemungutan suara secara langsung di TPS 01 di lobi gedung Kedutaan Besar RI di Dhaka. Sedangkan, 61 WNI lainnya yang berada di luar kota Dhaka telah menggunakan hak suaranya lewat pos yang dikirimkan ke PPLN Dhaka sejak tanggal 12 Maret 2019.

“Dari 61 WNI yang menggunakan hak suara melalui pos, PPLN Dhaka telah menerima surat suara kembali sebanyak 55 surat suara atau sudah 90 persen. PPLN Dhaka masih menunggu sisa suara kembali hingga tanggal penghitungan suara pada 17 April 2019,” sebut pernyataan pers dari PPLN Dhaka, Jumat.

Ditambahkan, PPLN Dhaka tidak hanya bertanggung jawab pada pelaksanaan pemilu di Bangladesh, tetapi juga di Nepal yang menjadi wilayah akreditasi KBRI Dhaka. Di Nepal terdapat 30 pemilih yang melakukan pemilu dengan metode pos.

“Dari 30 surat suara yang dikirimkan ke Nepal melalu pos, sejak 12 Maret 2019, PPLN Dhaka baru menerima 19 surat suara kembali atau baru 60 persen. Kami masih menunggu surat kembali sampai tanggal 17 April 2019,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu, pemilu LN hari Jumat, juga digelar di Konsulat Jenderal RI di Dubai, Uni Emirat Arab. Konjen RI Ridwan Hassan, menyatakan hampir 5.000 WNI diharapkan memberikan suaranya dalam pemilu.

“Kami di sini untuk menentukan nasib negara kami dalam lima tahun ke depan dan selanjutnya,” kata Ridwan.

Sementara itu, di Qatar, Jumat, sebanyak 17 TPS disediakan terpisah dari dua kotak suara untuk pekerja lepas pantai dan di darat. Pemungutan suara kemarin digelar di empat tempat di Qatar yaitu Doha, Messaied-Wakra, Dukhan, dan AL Khor.



Sumber: Suara Pembaruan