Pilpres 2024, AHY Calon Kuat Presiden dari Poros Ketiga

Pilpres 2024, AHY Calon Kuat Presiden dari Poros Ketiga
Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan orasi politik di Jakarta, 3 Agustus 2018. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Yudo Dahono / YUD Sabtu, 13 April 2019 | 16:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada Pilpres 2024 mendatang diprediksi bakal menjadi calon terkuat presiden periode 2024 – 2029 dari pihak poros ketiga.

Hal itu bisa terjadi jika Undang undang (UU) Pemilihan Presiden 2024 masih sama dengan Pilpres 2019. Undang undang (UU) nomor 7 tahun 2017 mengatur bahwa Pemilihan Legislatif dilaksanakan secara bersamaan dengan Pemilu Presiden. Jika UU yang sama masih berlaku, maka syarat pengajuan pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2024 adalah berpijak pada hasil Pemilihan Legislatif 2019.

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer yang telah dilaksanakan di seluruh Provinsi di Indonesia, yang meliputi 34 provinsi, pada tanggal 1 – 7 April 2019. Hasil survei itu menunjukkan kandidat pemenang Pemilu Legislatif adalah PDIP Perjuangan, kemudian disusul Partai Gerindra di posisi kedua.

Prediksi penghuni partai papan tengah ditempati Golkar, PKS, PKB, Demokrat, PPP, PAN, Nasdem serta Perindo. Dan partai yang terancam tidak lolos ambang batas (parliamentary threshold) yakni, Partai Berkarya, PSI, Hanura, PBB, PKPI dan Partai Garuda.

Melihat data prediksi hasil Pileg 2019 tersebut, kemungkinan ada dua parpol yang bisa memajukan calon Presiden dan wakil Presiden, yakni PDIP dan Gerindra. Karena itu ada dua skenario Pilpres 2024.

Skenario pertama, hanya ada dua pasangan calon Presiden, yakni koalisi pasangan calon presiden yang dipimpin PDIP kembali bertarung dengan koalisi pasangan calon yang dipimpin partai Gerindra. Sementara partai papan tengah akan terbelah masuk mendukung gerbong koalisi PDIP atau Gerindra.

Namun tidak menutup kemungkinan peluang terbentuknya poros ketiga. Poros pertama dipimpin PDIP, poros kedua dipimpin Gerindra, poros ketiga dipimpin SBY (Partai Demokrat).

SBY berpotensi menjadi motor poros ketiga, mengingat posisinya selaku ketua umum Demokrat sekaligus mantan presiden dua periode. Walaupun kemungkinan besar posisi Ketua Umum Demokrat akan diduduki oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada kongres yang akan datang.

Jika AHY telah menjadi Ketua Umum Demokrat, tentunya SBY akan berusaha menjadikan AHY sebagai calon presiden dari koalisi poros ketiga yang terdiri dari Partai Demokrat dan partai-partai menengah lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com