LSI Denny JA: 10 Partai Berpeluang Lolos PT 4%

LSI Denny JA: 10 Partai Berpeluang Lolos PT 4%
Ilustrasi pemilu. ( Foto: Antara )
Yuliantino Situmorang / YS Sabtu, 13 April 2019 | 17:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan, 10 partai politik berpeluang lolos parliamentary threshold (PT) empat persen. PDIP di ambang juara Pemilu Legislatif 2019, diikuti Golkar dan Gerindra yang berebut posisi kedua. Lalu PKB dan Demokrat di urutan selanjutnya. Lima partai lagi yang berpotensi lolos adalah PKS, PPP, PAN, Nasdem, dan Perindo. Walaupun posisi lima partai ini masih rawan.

“Sedangkan enam partai lainnya, perlu langkah big bang untuk lolos PT 4% yaitu Hanura, PBB, PSI, Berkarya, Garuda, dan PKPI,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Survei dilakukan pada 4-9 April 2019 dengan menggunakan 2.000 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei 2,2%.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan wawancara mendalam untuk memperkaya analisa survei. Survei dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Ikrama menjelaskan, penarik dukungan paling kuat adalah asosiasi dengan pasangan capres-cawapres, dalam hal ini parpol yang diuntungkan adalah PDIP, Gerindra, dan PKB.

Penarik dukungan selanjutnya adalah kedekatan emosional dengan partai yang pernah juara, yang diuntungkan PDIP, Golkar, dan Demokrat.

Penarik dukungan juga karena kekuatan caleg, di sini yang diuntungkan adalah PDIP, Golkar, dan Nasdem. Sedangkan penarik dukungan melalui kekuatan jaringan media, yang diuntungkan Nasdem dan Perindo. Dan penarik dukungan akar rumput yang diuntungkan adalah PDIP dan PKS.

Potensi perolehan ini akan bertahan dengan asumsi Golput terdistribusi secara proporsional dan tidak ada kejadian luar biasa yang terjadi pasca dilakukan survei.

Hasil survei menunjukkan, elektabilitas PDIP sebagai partai yang berpotensi menjuarai Pemilu 2019, meraih suara berkisar 26,7% hingga 31,1%. Tampilan elektabilitas ini sudah memperhitungkan margin of eror dan asumsi golput yang terjadi secara proporsional.

PDIP urutan pertama bukan hanya terjadi di April saja tetapi konsisten setiap bulan dari Agustus 2018 sampai April 2019. Perolehan tertinggi PDIP ada di Februari 2019 dengan elektabilitas mencapai 28,3%, dan terendah di Januari 2019 dengan 23,6%.

Lalu, Gerindra dan Golkar berebut posisi kedua. Gerindra elektabilitasnya berkisar 13,4% hingga 17,8%. Golkar elektabilitasnya berkisar 11,5% hingga 15,9%. Dilihat dari elektabilitas kedua partai, masih memungkinkan saling menggeser untuk menjadi runner up pileg 2019.

Gerindra dan Golkar selalu bersaing tidak hanya di April ini, tetapi sejak Agustus 2018. Meskipun posisi Gerindra konsisten di atas Golkar dari Agustus 2018 hingga April 2019, namun selisih keduanya masih dalam margin of error.
Berikutnya ada Demokrat dengan rentang 4,6% hingga 9%, lalu PKB (4,5% - 8,9%), PKS (3,8% - 8,2%), Nasdem (3,5% - 7,9%), Perindo (2,3% - 6,7%), PPP (1,9% - 6,3%), dan PAN (1,4% - 5,8%). Untuk PKS, Nasdem, PAN, PPP, dan Perindo masih rawan walau potensial untuk lolos. Tampilan elektabilitas di atas dengan kisaran karena memperhitungkan margin of error dan asumsi golput yang terjadi secara proporsional.

Ikrama mengatakan, enam parpol yang perlu langkah big bang untuk bisa lolos PT 4% yaitu Hanura dengan elektabilitas berkisar 0,5% hingga 3,2%, PBB (0,5% - 3,2%), PSI (0,5% - 3,2%), Berkarya (0,5% - 3,0%), Garuda (0,4% - 2,6%), PKPI (0,3% – 2,3%).

“Jika tidak ada langkah big bag, enam partai ini terancam terhempas pada Pileg 2019,” tutur dia.



Sumber: PR