TKN: Prabowo-Sandi Ahli Kritik, Tak Punya Program Otentik

TKN: Prabowo-Sandi Ahli Kritik, Tak Punya Program Otentik
Hasto Kristiyanto. ( Foto: Dok TKN )
Asni Ovier / AO Sabtu, 13 April 2019 | 22:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, pasangan nomor urut 02, Prabowo Subiato-Sandiaga S Uno kembali sekadar menyampaikan kritik tanpa solusi. Hal itu menunjukkan bahwa Prabowo-Sandi tidak memiliki program otentik.

"Sebagaimana diduga sebelumnya, Pak Prabowo terjebak pada memori persoalan lama. Kefasihan menyampaikan persoalan yang disampaikan Pak Prabowo menjadi bukti kuatnya jebakan persoalan lama yang tersimpan kuat dalam memorinya. Maka, Prabowo-Sandi ahli dalam kritik, tetapi tidak mempunyai program otentik," ujar Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dikatakan, apa yang disampaikan Prabowo itu berbeda dengan Jokowi. Calon petahana itu telah menunjukkan komitmen untuk mengembalikan watak asli pembangunan ekonomi yang menempatkan aspek pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan melalui kebijakan Indonesia sentris. Itu menjadi bukti terjadinya perubahan fundamental watak perekonomian Indonesia.

Hasto mengatakan, Indonesia yang sedang berbenah melalui pembangunan masif infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan daya tarik investasi dan menggelorakan martabat serta kemandirian dan daya saing bangsa adalah tugas utama Jokowi.

"Kelemahan Prabowo-Sandi terletak pada ketidakmampuan melihat hal baik dari pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Semua dikatakan salah arah, tidak ada strategi, dan terjadi de-industrialisasi. Padahal, faktanya pertumbuhan investasi dan industri manufaktur saja saat ini mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional kita," ujar dia.

Hasto Kristiyanto mengatakan, menyampaikan kritik tajam tanpa penyampaian strategi dan kebijakan nyata sebagaimana disampaikan Prabowo hanya cermin keputusasaan akibat tidak ada program otentik yang mampu mengungguli keberhasilan Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com