Visi Pemberdayaan Perempuan Jokowi-Ma'ruf Sangat Membumi

Visi Pemberdayaan Perempuan Jokowi-Ma'ruf Sangat Membumi
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto didampingi Koordinator Media TKN, Monang Sinaga, menggelar konferensi pers terkait debat kedua Pilpres 2019 di Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 13 April 2019 | 22:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pertanyaan panelis tentang konsepsi pemberdayaan perempuan ditinjau dari jawaban kedua pasangan menunjukkan perbedaan konsep tentang kebijakan perempuan. Visi pemberdayaan perempuan yang disampaikan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin, sangat membumi.

"Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno hanya fokus pada pemberdayaan, program OK Oce yang nyaris tanpa kemajuan dan keringnya pemahaman terhadap pentingnya kesetaraan gender. Sementara, Jokowi-Ma'ruf tampil menyeluruh dan sangat membumi. Tidak hanya mencakup ekonomi rumah tangga dan sisi domestik saja, namun peran penting perempuan di dunia kerja dan dunia politik," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Hasto mengatakan, hal yang mengejutkan ketika Kiai Ma'ruf Amin menampilkan peran perempuan terjadap hadirnya Dewi (Desa Wisata) dan Dedi (Desa Digital). “Pilihan diksi Kiai Ma'ruf Amin semakin membuktikan luasnya pemahaman ulama besar tersebut pada persoalan perempuan, masalah bangsa, dan ditopang oleh kearifan sebagai ulama yang telah terbiasa bergulat dengan masalah pokok rakyat,” ujar Hasto Kristiyanto.

Menurut politisi PDIP itu, puncak debat yang terakhir ini praktis tidak menunjukkan perubahan berarti dari sosok Prabowo-Sandi. Justru, kata dia, Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin kembali menampilkan hal-hal konkret dan mendasar terhadap program peningkatan kesejahteraan di desa, pondok pesantren, dan menghadirkan perempuan sebagai pilar di dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

“Dengan melihat kepiawaian Jokowi-Ma'ruf berhadapan dengan retorika gaya lama Pak Prabowo, maka dipastikan bahwa jalan kemenangan Jokowi-Ma'ruf semakin kuat. Lima kali debat disia-siakan oleh Prabowo-Sandi. Penuh serangan, namun miskin kebijakan unggulan," ujar Hasto Kristiyanto.



Sumber: BeritaSatu.com