AHY: Hargai Karya Pemimpin Sebelumnya

AHY: Hargai Karya Pemimpin Sebelumnya
Agus Harimurti Yudhoyono-AHY-Partai Demokrat ( Foto: ANTARA. / Saiful Bahri )
Robertus Wardi / YUD Sabtu, 13 April 2019 | 23:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengharapkan setiap pemimpin berikutnya harus menghargai hasil karya dari pemimpin sebelumnya. Para pemimpin berikutnya tidak pantas menyalahkan atau mencela apa yang dilakukan pemimpin sebelumnya karena rakyat sudah merasakan manfaat apa yang telah dibuat.

"Kita inginkan para pemimpin terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya," kata AHY usai debat terakhir para Capres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam.

Ia menanggapi pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyebutkan pembangunan bangsa Indonesia tidak maju-maju karena ada kesalahan dari presiden-presiden sebelumnya. Dia tidak menyalahkan sepenuhnya ke Capres petahana Joko Widodo (Jokowi), tetapi kesalahan juga dilakukan presiden-presiden sebelumnya karena tidak tuntas membangun bangsa ini.

Sebagaimana diketahui, ayah AHY yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah presiden selama 10 tahun sebelum Jokowi.
Di sisi lain, Partai Demokrat adalah anggota koalisi pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

AHY mengaku tidak mau terlalu jauh mengomentari pernyataan Prabowo. Demokrat juga tidak akan keluar dari koalisi karena waktu pencoblosan tinggal beberapa hari lagi.

"Tidak mungkin kami keluar dari koalisi karena tiga hari lagi tinggal pemungutan suara. Jadi temen-teman media tidak perlu terlalu membuat suasana panas, koalisi tidak utuh, tidak solid. Kami solid dan kami hadir di sini bisa memberikan support bagi pilpres. Tapi kami juga punya tuags mandat untuk memenangkan Partai Demokrat dalam pemilihan Legislatif," jelas AHY.

Menurutnya, setiap generasi kepemimpinan pasti telah melakukan berbagai capaian, baik di bidang ekonomi, politik, keamanan, kesejahteraan rakyat, dan sebagainya. Tentu ada perubahan dilakukan dari satu presiden ke presiden berikutnya. Yang sudah baik dilanjutkan yang belum baik diperbaiki.

"‎Bagi saya setiap yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi. Segala yang baik apalagi kalau itu memang terasa oleh rakyat kita. Tapi tentu karena masa kepemimpinan yang dibatasi UU, ada hal-hal yang belum tuntas, ada hal yang belum sempurna. Itulah tugas pemimpin selanjutnya untuk memperbaiki," tutup AHY.



Sumber: Suara Pembaruan