Kritik Prabowo Terkait Impor Merupakan Isu Usang

Kritik Prabowo Terkait Impor Merupakan Isu Usang
Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan), memberi hormat kepada calon presiden petahana Joko Widodo, sesaat sebelum dimulainya debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yeremia Sukoyo / WM Sabtu, 13 April 2019 | 23:46 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com -  Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir menilai, sindiran Capres Prabowo Subianto yang selalu mengangkat masalah impor merupakan sindiran usang yang selalu diulang-ulang. Menurut Thohir, dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi sudah sering mengemukakan alasan mengapa pemerintah memutuskan untuk impor.

"Tidak menawarkan hal-hal yang baru. Bicara impor-impor selalu. Kan sudah dijawab bahwa impor itu salah satunya harus iron stock, ketahanan pangan. Kedua stabilitas harga. ketiga kalau amit-amit kalau ada apa-apa seperti bencana," kata Erick Thohir, sesaat setelah debat di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Menurut Thohir, sudah menjadi tugas pemerintah untuk juga menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok. Termasuk, kestabilan harga pangan yang berhubungan dengan pendapatan petani nasional.

"Salah satu ketahanan pangan ketika petani harganya rendah harus didongkrak agar harganya baik. Kalau dibolak-balik sangat disayangkan," ucap Thohir.

Di sisi lain, Thohir juga menyayangkan isu usang lain yang dilontarkan Prabowo terkait masyarakat yang mengalami kesusahan. "Ketika, misalnya, mohon maaf, kita ke Amerika, di New York rumahnya Donald Trump, disitu ada orang miskin, kita tanya, susah ga? Ya pasti dia jawab susah," ucapnya



Sumber: Suara Pembaruan