Jokowi: BUMN Kita Harus Berani "Keluar dari Kandang"

Jokowi: BUMN Kita Harus Berani
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WM Minggu, 14 April 2019 | 00:01 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) "keluar kandang". BUMN, kata Jokowi, harus mampu membuka diri dan membangun jaringan di pasar global.

"BUMN kita ke depan harus berani keluar dari kandang. Untuk jadi pionir keluar negeri, membuka pasar dan jaringan," ujar Jokowi di acara debat Pilpres kelima, Golden Ballroom, Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019) malam.

Karena itu, Jokowi akan membangun holding-holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jokowi akan menyatukan BUMN-BUMN yang bergerak di bidang yang sama seperti BUMN Karya, BUMN di bidang minyak dan gas, bidang pertanian dan perkebunan, serta bidang perdagangan.

"Artinya, nanti akan ada holding-holding dengan di atasnya ada super-holding," tandas Jokowi.

Menurut Jokowi, dengan adanya holding BUMN maka BUMN Indonesia dapat menjadi institusi yang mampu bersaing dengan institusi di luar negeri. Apalagi, kata Jokowi, perusahaan-perusahaan karya Indonesia sudah mulai mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar di Timur Tengah, baik infrastruktur, perumahan.

"Pabrik INKA juga telah mengekspor kereta api ke Bangladesh dalam jumlah yang tidak sedikit," ungkap Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, pembentukan holding akan semakin menarik pihak swasta maupun perusahaan-perusahaan dengan skala lebih kecil untuk ikut bekerja sama. "Kalau semua kita lakukan dan swasta lakukan semuanya, ini lah yang namanya Indonesia Corporation," kata Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com