Di Masa Tenang Pemilu, TKN Ajak Kembali Saling Rajut Persaudaraan

Di Masa Tenang Pemilu, TKN Ajak Kembali Saling Rajut Persaudaraan
Jumpa Pers Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin. ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Minggu, 14 April 2019 | 18:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki masa tenang jelang pencoblosan pemilu 2019, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin mengeluarkan pernyataan dan imbauan kepada warga masyarakat. Imbauan itu disampaikan Wakil Direktur Kampanye TKN, Benny Rhamdani, dalam konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Minggu (14/4/2019).

Kata Benny, TKN mengucapkan terimakasih kepada seluruh para pendukung paslon 01, baik kepada koalisi partai politik maupun relawan yang telah datang dan hadir secara sukarela dalam kampanye akbar kemarin di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

TKN juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta, yang kemarin sempat terganggu akibat lalu lintas yang terhambat. Hal itu diakibatkan oleh antusiasme tinggi rakyat yang hadir dalam kampanye akbar itu.

"Kami mengimbau kepada seluruh partai pendukung dan relawan untuk secara serentak bersama-sama mulai hari ini membantu para petugas dan penyelenggara pemilu khususnya Bawaslu, untuk mencabut semua alat peraga kampanye yang terpasang di berbagai tempat di seluruh pelosok tanah air," ujar Benny.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh partai pendukung dan juga para relawan untuk menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi. Caranya dengan datang ke TPS dan menggunakan hak politik atau tidak golput. Kata Benny, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional bagi masa depan negara bangsa.

"Kita melakukannya dengan mengedepankan semangat untuk tetap turut membantu pemerintah, TNI-Polri, dalam menciptakan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia dalam suasana aman dan damai," katanya.

Parpol pengusung dan relawan juga diminta untuk menunjukkan sikap taat dan patuh kepada undang-undang di masa tenang. Yakni dengan tidak melakukan kegiatan apapun yang bersifat kampanye dan kegiatan lain yang bisa mencederai demokrasi.

Di hari tenang, TKN mengimbau sebaiknya digunakan untuk menguatkan kembali tali silahturahmi antar sesama anak bangsa yang sempat terganggu selama tahapan pemilu dilaksanakan.

"Karena persaudaraan antar sesama anak bangsa demi persatuan nasional bagi TKN itu adalah hal utama di atas penghormatan kita terhadap perbedaan politik dalam prinsip-prinsip demokrasi," ujar Benny.



Sumber: BeritaSatu.com