Pengamat: Kenapa BTP Menista Peranan Partai PIB?

Pengamat: Kenapa BTP Menista Peranan Partai PIB?
Basuki Tjahaja Purnama. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WM Minggu, 14 April 2019 | 13:31 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam sebuah pengakuan langsung Basuki T Purnama (Ahok), atau sekarang yang mulai dikenal BTP menjelaskan sikap politiknya menjelang pencoblosan 17 April.

Dalam testimoninya, BTP meneguhkan sikap politiknya dengan bergabung bersama PDI-P dibawah asuhan Ibu Megawati. Dalam ceritanya, BTP justru mendiskreditkan peran Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) yang menjadi sampan politik dirinya sewaktu awal berpolitik.

"Sewaktu saya bergabung bersama Partai PIB, justru itu hanya menggerus suara PDI-P", papar BTP.

BTP, merasa aktivitas politiknya sewaktu di PIB hanya merusak agregat suara PDI-P. Selain itu dirinya juga merasa menyesal pernah bergabung dengan Partai PIB, sewaktu di Belitung Timur.

Abi Rekso, seorang pengamat yang juga memahami portofolio politik Ahok, menyanggah pernyataan BTP. Dirinya, menyanggah apa yang dinyatakan BTP melalui Vlog dan dikutip beberapa portal media online.

"BTP itu tidak pantas merendahkan peranan Partai PIB. Biar bagaimanapun PIB adalah rumah awal sekaligus pintu gerbang politik untuk dirinya. Haram hukumnya menghujat rumah lama kita" tutur Abi Rekso kepada Beritasatu.com, Minggu (14/4/2019).

Dirinya menjelaskan, bahwa BTP dibawa oleh seorang tokoh Bangka ke PIB. Tumpak Sitorus salah satu pendiri PIB turut memperkuat posisi BTP di internal PIB saat itu yang dipimpin Dr. Sjahrir.

Abi Rekso juga membantah PIB menggerus PDI-P di Belitung Timur, peralihan suara BTP ditingkat DPRD tingkat II Belitung Timur, bukanlah migrasi pemilih PDI-P. Menurut Abi, suara tersebut merupakan migrasi dari pemilih Golkar karena basis pemilih Partai Golkar di Belitung Timur cukup kuat.

"Sebaiknya BTP, belajar menghargai peran partai PIB dalam perjalanan politiknya. Tanpa PIB, BTP tidak pernah meniti karir politik di posisi sekarang. Karena pernyataan itu membuat pendiri PIB tersinggung. Dan mereka adalah bagian penting dalam suksesi Jokowi-Amin," pungkas Abi Rekso



Sumber: BeritaSatu.com