PP Muhammadiyah Minta Pemilu Berjalan Damai Tanpa Kecurangan

PP Muhammadiyah Minta Pemilu Berjalan Damai Tanpa Kecurangan
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / WBP Senin, 15 April 2019 | 08:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, meminta seluruh pihak mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tertib dan damai. PP Muhammadiyah juga meminta pelaksanaan pemilu dari awal sampai akhir berlangsung aman, dan tanpa kecurangan

Sekjen Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, PP Muhammadiyah mendukung penuh pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil) yang menjadi komitmen seluruh komponen bangsa. Kedua, penyelenggara dan pengawas pemilu, partai politik, pasangan calon presiden-wakil presiden, pemerintah, aparatur keamanan, media massa, dan masyarakat menjalankan peran dan fungsi masing-masing, untuk menyukseskan pemilu. “Harus dipastikan pelaksanaan pemilu dari awal sampai akhir berlangsung aman, damai, tertib, lancar, dan tanpa kecurangan," kata Abdul Mu’ti kepada Beritasatu.com, Senin (15/4/2019).

Ketiga, seluruh pihak hendaknya menggunakan masa tenang untuk bersama-sama menciptakan suasana aman, dan damai. Manfaatkan untuk merekat ikatan persaudaraan dan menurunkan tensi ketegangan politik sehingga pemilu benar-benar kondusif. "Semua pihak harus menaati ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan aktivitas politik apa pun yang dapat mengganggu ketenangan pemilu," kata Abdul Mu’ti.

Sementara kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar bekerja profesional, dan adil untuk memastikan setiap warga negara yang memiliki hak pilihnya. “Penyelenggaraan pemilu harus berjalan sesuai perundang-undangan sekaligus menjawab kritik sebagian masyarakat yang meragukan kompetensi dan independensi melalui penyelenggaraan yang seksama dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan konstitusional,” ujar Abdul Mu’ti.

PP Muhammadiyah juga mengimbau kepada aparatur negara tidak menyalahgunakan hak, dan wewenangnya. Sebaliknya, harus memberikan rasa aman kepada warga negara. "PP Muhammadiyah juga meminta masyarakat yang memiliki hak pilih menggunakan hak politiknya," kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti mengungkapkan, jauhi politik uang dan segala transaksi yang dilarang agama, moralitas, dan hukum. "Jauhi pernyataan dan sikap yang menumbuhkan kebencian, hasutan, pertikaian, kegaduhan, dan tindakan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Abdul Mu’ti.

PP Muhammadiyah kata Abdul Mu’ti, mengimbau kepada semua pihak agar dapat menerima hasil pemilihan umum dengan jiwa besar. “Kepada yang memperoleh mandat hendaknya bersikap rendah hati, sementara bagi yang kalah, terimalah dengan lapang hati," kata Abdul Mu’ti.

Apabila terdapat persengketaan pemilu, kata Abdul Mu’ti, semua pihak dapat menyelesaikan secara konstitusional dan menghindari usaha mobilisasi massa, dan provokasi. "Indonesia yang telah diperjuangkan oleh pendiri bangsa harus dijaga bersama," kata Abdul Mu’ti.

Khusus kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah, Abdul Mu’ti ti mengimbau agar berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 dengan menjadikan diri dan organisasi sebagai teladan terbaik dalam berdemokrasi.



Sumber: Suara Pembaruan