PBNU: Turunkan Tensi di Masa Tenang agar Bisa Tentukan Pilihan

PBNU: Turunkan Tensi di Masa Tenang agar Bisa Tentukan Pilihan
Ilustrasi pemilu. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / WBP Senin, 15 April 2019 | 09:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas mengajak semua pihak mewujudkan pemilu damai dan aman, dengan semangat persatuan dan persaudaraan.

“Pemilu luber (langsung umum bebas rahasia) dan jurdil (jujur adil) adalah dambakan kita semua. Begitupun pemilu berintegritas dan bermartabat adalah cermin bangsa yang berbudaya, dan beradab. Siapa pun yang terpilih, ia dalam pengetahuan Allah," ujar Robikin Emhas.

Robikin Emhas mengimbau agar semua pihak menghormati masa tenang ini dengan tidak melakukan kempanye dalam bentuk apa pun. “Ibarat masak air, selama 6 bulan waktu kampanye, airnya sudah mendidih. Endapkan sejenak, 3 hari di masa tenang, supaya jernih. Turunkan tensi, turunkan emosi, supaya bisa menjatuhkan pilihan dengan baik,” pungkas Robikin Emhas.

Robikin Emha juga mengajak semua pihak untuk menggunakan hak pilihnya, karena golput bukan sarana menentukan pemimpin. “Sebagai bagian proses menentukan pemimpin (nasbul imamah), mari gunakan hak pilih,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengatakan, PGI mengimbau seluruh masyarakat menyukseskan pemilu dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Satu suara sangat berharga, karena akan menentukan perjalanan bangsa ke depan. “Saya menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir, apalagi taku mendatangi TPS. Jangan terpengaruh oleh provokasi atau intimidasi tertentu,” ujar Gomar Gultom.

PGI juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung-jawab, dengan tuntunan hati nurani. Pelajari jejak rekam para calon, dan jangan terpengaruh hanya oleh janji-janji. "Pilihlah yang sudah teruji dan terbukti berbuat bagi rakyat," kata Gomar Gultom.

Gomar Gultom mengatakan, PGI juga mengajak semua pihak manfaatkan masa tenang untuk berefleksi, sebelum memutuskan pilihan. Jangan terpengaruh berita bohong yang hanya mengedepankan kelompok tertentu seraya menegasikan yang lain. "Bila menemukan hoax, laporkan kepada petugas," kata Gomar Gultom.

Sementara Ketua Konferensi Waligereja Indonesia(KWI) Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, KWI mengajak semua pihak mempergunakan masa tenang untuk mengendapkan hati supaya nurani jernih. “Dengan nurani jernih kita menggunakan hak pilih. Sesudah itu ya damai saja. Pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Hal yang biasa untuk suatu kompetisi," kata Mgr Ignatius Suharyo.



Sumber: Suara Pembaruan