180.000 Prajurit TNI Siap Amankan TPS

180.000 Prajurit TNI Siap Amankan TPS
Ilustrasi prajurit TNI. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / WBP Senin, 15 April 2019 | 11:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayjen Sisriadi mengemukakan TNI telah menyiagakan kekuatan penuh dalam pengamanan Pemilu 2019 baik personel, alutsista (alat angkut) maupun perlengkapan pendukung. Personel yang dikerahkan yaitu 180.000 prajurit.

"Berdasarkan aturan pelibatan (rule of enggament/ROE) yang dikeluarkan oleh Mabes TNI, prajurit TNI dilarang berada di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS)," kata Sisriadi di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Sisriadi menjelaskan prajurit TNI yang bertugas mengamankan pemilu, akan melakukan penjagaan paling dekat pada jarak 50-100 meter dari TPS, disesuaikan dengan kondisi taktis di lapangan. Untuk medan yang tertutup sekitar 50 meter, sedangkan di medan terbuka 100 meter.

"Mengingat jumlah personel TNI yang disiagakan tidak sebanding dengan jumlah TPS sebanyak 809.000 tempat, TNI tidak menempatkan satu prajurit untuk menjaga satu TPS. Prajurit TNI akan bertugas secara berkelompok dan siap digerakkan untuk membantu petugas Polri atas permintaan," jelas Sisriadi.

Sisriadi menegasakan‎ berdasarkan pantauan di lapangan, sampai saat ini belum ada laporan tentang upaya menakuti dan intimidasi. Jika ada yang melakukan intimidasi, masyarakat disilakan lapor kepada petugas keamanan (Polri) dan Bawaslu yang ada di TPS.

Atas permintaan Polri, TNI akan melakukan tindakan terukur sesuai ROE dan peraturan perundangan yang berlaku.

Sisriadi menambahkan‎ secara nasional, potensi gangguan yang mungkin terjadi, masih berada dalam koridor yang diprediksi oleh Bawaslu. Kecuali untuk wilayah Papua karena adanya seruan dari KKB Papua untuk memboikot Pemilu 2019. Untuk itu, satuan-satuan TNI di Papua bersiaga penuh untuk mencegah segala bentuk tindak kekerasan yang mungkin akan dilakukan oleh KKB terhadap masyarakat.



Sumber: Suara Pembaruan