Ketua KPU: Setelah Pukul 13.00 Masih Boleh Mencoblos

Ketua KPU: Setelah Pukul 13.00 Masih Boleh Mencoblos
Ilustrasi pemungutan suara. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / WBP Senin, 15 April 2019 | 15:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua KPU Arief Budiman mengemukakan pencoblosan masih boleh dilakukan setelah pukul 13.00 waktu setempat. Syaratnya hanya bagi pemilih yang sudah mendaftar dan berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) ‎sebelum pukul 13.00. Jika baru masuk TPS setelah pukul 13.00, apalagi tidak mendaftar maka tidak dibolehkan mencoblos.

"Kalau kita masuk restoran, istilahnya last order-nya pukul 13.00 waktu setempat. Setelah itu tidak dibolehkan lagi secara Undang-Undang," kata Arief Budiman usai mengikuti rapat koordinasi persiapan Pemilu di Kemko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Rapat dipimpin Menko Polhukam Wiranto, dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua Bawaslu Abhan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Jaksa Agung Prasetyo, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala BSSN Joko Setiadi.

Arief Budiman menjelaskan waktu bagi panitia TPS menyiapkan pencoblosan pukul 06.00-07.00. Sementara pukul 07.00-13.00 adalah waktu mencoblos. Jika ada yang sudah antre dan berada di TPS sebelum pukul 13.00, masih bisa dilanjutkan pencoblosan‎ meski telah lewat pukul 13.00. "Semua yang sudah terdaftar dan sudah antre sebelum pukul 13.00 harus diselesaikan. Itu hak konstitusional pemilih," tegas Arief Budiman.

Adapun yang tidak boleh adalah, datang setelah pukul 13.00 dan memaksa untuk memilih. Secara aturan, mereka yang datang setelah pukul 13.00, tidak dibolehkan untuk memilih, meski jumlahnya banyak.

Menurut Arief Budiman, kejadian di Hong Kong ada beberapa kelompok orang yang datang di atas pukul 13.00. Oleh panitia TPS, tidak boleh mencoblos karena telah melebihi batas waktu. "Ini yang harus kita pahami bersama. Jadi kalau sampai pukul 13.00, masih ada antre di dalam TPS, silakan dilanjutkan," tutup Arief Budiman.



Sumber: Suara Pembaruan