Soal Pilihan Pilpres, Ini Isyarat dari Mahfud MD

Soal Pilihan Pilpres, Ini Isyarat dari Mahfud MD
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Rabu (7/11/2018). Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut bertemu dengan pimpinan KPK membahas mengenai pendidikan antikorupsi bagi masyarakat serta kasus-kasus korupsi yang tengah mencuat. ( Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso )
Yudo Dahono / YUD Senin, 15 April 2019 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku sudah menjatuhkan pilihan pada Pemilihan Presiden 2019. Dia menampik anggapan bahwa belum menetapkan pilihan.

"Saya pasti memilih dan sudah menjatuhkan pilihan. Sejak awal orang sudah bisa menebak saya memilih siapa," katanya usai acara Bincang Milenial Bersama Mahfud MD dengan tema Milenial Indonesia Memilih, di Penang Bistro, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Mahfud juga menjawab soal kriteria pilihannya. Pertama, kata dia, rekam jejak kandidat. "Bersih, tidak ada track record jelek masa lalu, tidak terlibat kasus korupsi atau pelanggaran hukum lainnya," jelas Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan itu.

Kedua, bagaimana kedekatannya dengan rakyat dan bagaimana merespon aspirasi yang masuk. Bukan hanya dari sisi intelektualitas tapi juga emosionalnya. Selain itu, dia menambahkan, gaya hidup si kandidat juga penting.

Ketika disimpulkan arah pilihannya ke pasangan Jokowi-Amin, Mahfud menjawab,"Silakan saja disimpulkan sendiri."

Mahfud tidak ingin menyebut nama apakah kandidat nomor 1 pasangan Jokowi-Amin atau nomor 2 Prabowo-Sandi karena ini minggu tenang.

Lebih lanjut Mahfud menandaskan bahwa milenial jangan golput pada pemilu. "Ini negaranya milenial, kalian harus menentukan nasib negeri ini ke depan," katanya.

Dia menjelaskan, milenial adalah generasi yang kritis dan independen. Milenial mengakses banyak informasi dan pengaruh, namun kritis dan rasional dalam menentukan pilihan.

Jumlah milenial saat ini, kata Mahfud, sedikitnya 52 juta orang. Generasi itu akan sangat menentukan masa depan.

Menurut dia saat ini ada tren peningkatan kesadaran politik. Timbul kesadaran bahwa politik itu penting. "Kita tidak bisa menghindari kebijakan dari politik," katanya. "Sayang kalau Anda tidak memilih, karena tokoh buruk bisa jadi dan untuk mencegahnya maka pilihlah yang baik," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com