Ba’asyir Tidak Mencoblos pada Pemilu 2019

Ba’asyir Tidak Mencoblos pada Pemilu 2019
Terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir.
Vento Saudale / MPA Senin, 15 April 2019 | 19:17 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir yang kini menjalani masa tahanan di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dikabarkan enggan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

Kalapas Gunung Sindur Sopiyana membenarkan informasi tersebut. Namun, dirinya tidak mengetahui pasti alasan mantan pimpinan Jemaah Ashoru Tahuhid (JAT) itu tidak menggunakan hak pilihnya.

"Informasinya begitu (tidak nyoblos). Tapi ya kita lihat saja nanti hari H dia ikut atau tidak," kata Sopiyana, saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (15/4/2019).

Sopiyana menambahkan, Abu Bakar Ba'asyir merupakan satu dari 600 narapidana yang sudah masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor.

"Kami sudah daftarkan sebanyak 1.080 narapidana. Sampai saat ini yang sudah menjadi daftar pemilih tetap di lapas kami ada 600 narapidana. Kami masih tunggu updatenya dari KPUD," tambahnya.

Nantinya, narapidana yang masuk DPT dapat menyalurkan suaranya dalam Pemilu di empat tempat pemungutan suara (TPS) di Lapas Gunubg Sindur.

"Di kita ada empat TPS, 53, 54, 55 dan 56," tutup Sopiyana.

Seperti diketahui, Abu Bakar Ba'asyir divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011 lalu. Ia terbukti bersalah dalam beberapa kasus terorisme di tanah air.

Akhirnya, Abu Ba'asyir menjadi warga binaan di Lapas Kelas III Gunung Sindur, Bogor pada 16 April 2016 lalu dan ditempatkan di sel khusus dalam lapas tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com