KPU Imbau Pemilih Proaktif Cek Formulir C-6

KPU Imbau Pemilih Proaktif Cek Formulir C-6
Ilustrasi formulir C6. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / HA Selasa, 16 April 2019 | 02:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengimbau pemilih proaktif memastikan formulir pemberitahuan untuk memilih adalah formulir C-6. Formulir C-6 ini menegaskan atau menginformasikan nama, nomor tempat pemungutan suara (TPS), dan alamat TPS pemilih yang bersangkutan.

"Sifat dari formulir ini sebenarnya adalah pemberitahuan untuk memilih, jadi bukan merupakan undangan seperti biasa," ujar Viryan saat dijumpai di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Jika belum mendapat undangan pemberitahuan untuk memilih, kata Viryan, masyarakat diminta segera menghubungi petugas KPU, yaitu kelompok panitia pemungutan suara (KPPS). Sebab, biasanya petugas KPPS sedang menyiapkan berbagai hal.

"Sehingga mungkin belum sempat membagikan formulir C-6. Tetapi insyaallah akan terus dilakukan (pembagian formulir C-6) sampai dengan Selasa," tutur Viryan.

Selain itu, kata dia, pemilih bisa juga datang ke kantor desa/kelurahan atau kantor KPU kabupaten/kota. Di tempat-tempat itu, akan ada petugas KPU yang bisa dimintai bantuan untuk mengecek data diri pemilih. Sehingga bisa diketahui nama, nomor TPS dan alamat TPS-nya.

"Di desa kelurahan ada data DPT yang ditempel sekaligus juga bisa mengecek. Karena perubahan dari daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) tahap kedua kepada DPTHP tahap ketoga itu hanya menambah 9.600 pemilih saja. Jadi dimungkinkan datanya itu tetap mengalami perubahan," kata Viryan.

Lebih lanjut, Viryan mengatakan pemilih bisa mengecek secara online ke aplikasi mobile KPU.

"Bisa juga melakukan pengecekan secara online ke aplikasi mobile KPU. Aatu cek di situs www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Ingat alamatnya jangan sampai keliru," tutur Viryan.

Viryan lantas menjelaskan cara melakukan pengecekan lewat website KPU. Pertama, pemilih bisa masukan data NIK-nya yang benar. Kedua, kata dia, pemilih cukup memasukan satu suku kata dari namanya.

"Kalau namanya dari empat suku kata, cukup masukan satu suku kata. Kalau dengan satu suku kata namanya ada yang muncul, maka harus dicek beberapa kali untuk memastikan. Masukkan suku kata pertama dan ketiga," pungkas Viryan.



Sumber: BeritaSatu.com