Polri Antisipasi Politik Uang di Masa Tenang

Polri Antisipasi Politik Uang di Masa Tenang
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / AMA Selasa, 16 April 2019 | 13:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎Politik uang menjadi perhatian khusus polisi dalam masa tenang menjelang hari pencoblosan Rabu (17/4/2019) besok. SEjauh ini, sudah ada 35 kasus pidana pemilu terkait money politic atau politik uang.

“Ada kasus yang masih proses asesmen oleh Panwaslu di mana kalau hasil kontruksi itu sebagai tindak pidana pemilu maka segera dilimpahkan ke Gakkumdu. Lalu Gakkumdu punya waktu 14 hari untuk segera selesaikan proses tersebut,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Selasa (15/4/2019).

Khusus untuk politik uang, masih kata Dedi, sejak awal tahapan pemilu, terjadi di Jakarta Timur, Semarang, Karimun, Jakarta Pusat, Kota Gorontalo (dua kasus), Cianjur, Singkawang (dua kasus), Halmahera Utara, Boyolali, Bantul, NTB (tiga kasus), Gorontalo Utara (tiga kasus, dan Fakfak.

Lalu di Bitung Timur, Poso, Bulungan, Pasaman Barat, Bener Meriah, Bau-Bau, Tidore, Palu, kota Bekasi, Jaksel, Bulukumba, Kupang (dua kasus), Bone, dan Sumbawa.

“Jadi seluruh kasus money politik sampai hari ini yang ditangani aparat kepolisian ada 35 kasus. Kasus ini termasuk yang kita antisipasi juga,” sambungnya.



Sumber: BeritaSatu.com