Bawaslu: Kasus Politik Uang Terbesar di Jabar dan Sumut

Bawaslu: Kasus Politik Uang Terbesar di Jabar dan Sumut
Komisioner Bawaslu (kiri ke kanan): Fritz Edward Siregar, Abhan, dan Mochammad Afifuddin. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Selasa, 16 April 2019 | 17:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memaparkan hasil patroli pengawasan anti-politik uang Pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu Muhammad Afifuddin mengatakan, patroli pengawasan dilakukan selama tiga hari masa tenang, yakni Minggu (14/4) hingga Selasa (16/4/2019), dengan tangkapan terbesar terjadi di Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut).

"Selama patroli itu Bawaslu telah mengungkap 25 kasus tangkap tangan politik uang di 13 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan kasus tangkap tangan terbesar adalah Jawa Barat dan Sumatera Utara," ujar Afifuddin kepada wartawan di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Menurut Afifuddin, proses tangkap tangan politik uang dilakukan atas kerjasama pengawas pemilu dan pihak kepolisian.

"Penangkapan dilakukan atas koordinasi pengawas pemilu dengan pihak kepolisian. Ada 22 kasus yang penangkapannya dilakukan oleh jajaran pengawas TPS dan pengawas pemilu, sementara tiga kasus lainnya informasinya dari kepolisian lebih dulu," ucap Afifuddin.

Saksikan video berikut ini:



Sumber: BeritaSatu TV