Kiai Ma'ruf: Saya Sudah Optimal Bekerja, Serahkan pada Allah

Kiai Ma'ruf: Saya Sudah Optimal Bekerja, Serahkan pada Allah
Ma'ruf Amin. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 16 April 2019 | 20:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang pencoblosan yang akan dilakukan pada besok Rabu (17/4/2019), calon wakil presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin merasa sudah bekerja semaksimal mungkin selama Pilpres 2019. Terkait hasilnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pasrah kepada Allah.

"Segala sesuatu udah berusaha bekerja seoptimal mungkin. Selanjutnya kita serahkan pada Allah subhanahu wa ta'ala," ujar Kiai Ma'ruf pada keterangannya saat ditanya wartawan di kedimannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Kiai Ma'ruf sudah banyak melakukan silaturahmi politik dengan seluruh elemen masyarakat selama kurang lebih tujuh bulan terakhir. Jika Allah memberikanya kemenangan, Kiai Ma'ruf akan langsung menyiapkan hal apa saja yang akan dilakukan selanjutnya.

"Saya udah optimal tujuh bulan. Alhamdulilah sampe tujuh bulan kita sudah bisa selesaikan tugas. Nanti kita lihat hasil ya, kalau kita pemenangnya kita siapkan apa yang akan dilakukan," ucap Mantan Rais Aam PBNU ini.

Berrasarkan hasil survei selama ini, Kiai Ma'ruf pun optimistis akan bisa memenangkan Pilpres 2019 bersama Jokowi. Apalagi, kata dia, hasil penghitungan cepat Pilpres di luar negeri yang telah dilaksankan lebih dulu hasilnya cukup bagus.

"Saya terus selalu optimistis, karena setelah kita kerja tujuh bulan, kita ikuti berbagai hasil-hasil dari lembaga survei, kayaknya menggembirakan baik nasional. Hari ini kita terima info dari luar negeri kayaknya hasilnya bagus. Kita berharap di dalam negeri juga sama bagusnya," kata Kiai Ma'ruf.

Ma’ruf Amin sendiri rencananya akan mencoblos di TPS yang ada di dekat rumahnya di Jakarta Utara, tepatnya di TPS 051 Jalan Deli Lorong 27 RT 007/008 Koja. Dia akan mencoblos bersama istrinya, Nyai Wury Estu Handayani.

"Kita pasrahkan pada yang Maha Kuasa. Indikasi-indikasi ya si ada. Menggembirakan. Karena itu saya gak deg-degan. Bukan karena optimisnya terlalu tinggi, tapi gak deg-degan seperti nonton bola takut jagoannya kalah," jelas ulama asal Banten ini



Sumber: Suara Pembaruan