Surat Suara Tercoblos, Bawaslu Minta PPLN Malaysia Dipecat

Surat Suara Tercoblos, Bawaslu Minta PPLN Malaysia Dipecat
Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja ( Foto: Suara Pembaruan/ Yustinus Paat )
Aichi Halik / AHL Selasa, 16 April 2019 | 20:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI merekomendasikan pemecatan dua petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia sebagai buntut kasus surat suara tercoblos di negara tersebut.

Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan, pihaknya mengeluarkan rekomendasi agar dua anggota PPLN di Kuala Lumpur, Malaysia, diganti.

"Bawaslu juga merekomendasikan kepada KPU untuk mengganti PPLN sebanyak dua orang, yaitu Krishna Hannan yang juga menjabat Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia dan Djajuk Nasir," ujar Rahmat di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Rahmat mengatakan rekomendasi pemberhentian keduanya dikeluarkan untuk menghindari konflik kepentingan dalam Pemilu 2019.

“Bawaslu merekomendasikan pemberhentian keduanya untuk menghindari konflik kepentingan, dan menjaga agar penyelenggaraan Pemilu di Malaysia berlangsung dengan baik,” jelas Rahmat.

Bawaslu juga mengeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan bahwa PSU dilakukan khusus untuk pencoblosan melalui metode pos.

“Bawaslu memerintahkan PPLN melalui KPU untuk melaksanakan PSU terbatas untuk metode pos dengan jumlah pemilih mencapai 319.293 orang,” kata Rahmat.

Saksikan video berikut ini:



Sumber: BeritaSatu TV