Kepolisian Tangani 35 Kasus Politik Uang

Kepolisian Tangani 35 Kasus Politik Uang
Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Robertus Wardi / AB Selasa, 16 April 2019 | 22:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ada 35 kasus politik uang yang ditangani Satgas Anti-Politik Uang.

"Seluruhnya money politics sampai hari ini yang ditangani aparat Kepolisian ada 35 kasus," kata Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Dari 35 kasus tersebut, tiga kasus sudah masuk ke tahap penyidikan. Sisanya masih dalam proses penilaian oleh Bawaslu

"Kalau Bawaslu konstruksikan itu sebagai tindak pidana pemilu, maka kasus segera dilimpahkan ke Sentra Gakkumdu. Gakkumdu punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan proses tersebut," ucap Brigjen Dedi Prasetyo.

Kasus tersebut terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Bekasi dan Cianjur (Jawa Barat), Semarang dan Boyolali (Jawa Tengah), Bantul (DIY), Bener Meriah (Aceh), Pasaman Barat (Sumatera Barat), Karimun (Kepulauan Riau), Sumbawa (NTB), Kupang (NTT), Kota Gorontalo dan Gorontalo Utara, Baubau (Sulawesi Tenggara), Palu dan Poso (Sulawesi Tengah), Bitung Timur (Sulawesi Utara), Bulukumba dan Bone (Sulawesi Selatan), Tidore dan Halmahera Utara (Maluku Utara), Singkawang (Kalimantan Barat), Bulungan (Kalimantan Utara), dan Fakfak (Papua Barat).

Sementara itu, Bawaslu Provinsi Papua mendalami temuan uang Rp 100 juta dan kartu nama caleg oleh Kepolisian di sebuah hotel di Jayapura. Polisi menemukan uang dan kartu nama caleg dari salah satu parpol besar saat melakukan razia narkoba.

Komisioner Basawalu Provinsi Papua, Amandus Situmorang mengatakan temuan tersebut menjadi informasi awal untuk ditindaklanjuti.



Sumber: Antara, Suara Pembaruan