Hoax Serang PSI, Grace Katakan "Bakmi" Dipelesetkan "Babi"

Hoax Serang PSI, Grace Katakan
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. ( Foto: Beritasatu / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / HA Rabu, 17 April 2019 | 00:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah video pendek Ketua Umum Partai Solidaritas Indoenesia (PSI) Grace Natalie yang menyapa warga Pluit, Muara Karang, Pantai Indah Kapuk dan mengajak warga untuk mencoblos di hari pemilihan beredar luas di media sosial, tetapi dengan narasi yang sudah diedit dan menyesatkan.

Di ujung video, Grace mengajak warga untuk makan bakmi bersama usai Pemilu 2019, 17 April 2019. Namun dalam video yang beredar, seolah Grace menyebut babi.

"Luar biasa serangan hoax ke PSI. Sudah beberapa hari ini datang bertubi-tubi. Mulai dari suara PSI akan ditransfer ke partai lain, PSI terkait Tutut, PSI batal ikut Pemilu, dan kini bakmi pun diplesetkan jadi babi," terang Grace dalam keterangannya, Selasa (16/4) malam.

Menurut Grace, video ini dimaksudkan untuk memotivasi warga agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS), karena ada kekhawatiran warga Pluit, terkait kondisi keamanan saat Pemilu. Kebetulan, di wilayah Pluit, Muara Karang memang banyak kuliner bakmi.

"Sekali lagi saya tegaskan, yang saya katakan bakmi, bukan babi," tegas Grace.

Berikut pernyataan Grace Natalie dalam video aslinya:

Halo Papak, Ibu warga Pluit, Muara Karang, PIK, dan sekitarnya. Terimakasih yang telah membuat dukungan dan support. Dan tidak terasa kita udah hampir sampai di ujung perjalanan ini.

Mendekati ujung bukannya tenang, tapi kami malah diterpa tsunami hoax dan fitnah. Saya yakin bapak ibu sudah menerima berita-berita itu.

Kita tidak tahu siapa yang pertama kali ngirim, siapa yang bertanggung jawab membuat infotmasi itu dan seringkali tanpa data, tanpa fakta alias mengarang semua, yang tujuannya semua untuk menjatuhkan nama baik PSI.

Saya mohon bapak ibu tetap teguh jangan goyah.

Karena perjuangan ini memang ingin membuat proses-proses yang selama ini tertutup kita buat jadi transparan. Gelap mau dikasih terang ya tentu saja banyak yang tidak nyaman.

Itu menyebabkan tsunami hoax bertubi-tubi menerpa dalam beberapa hari terakhir ini. Doa saya bapak ibu terus tidak goyah dan bantu saya untuk melawan hoax-hoax ini. Jangan takut untuk nanti datang ke TPS.

Karena bapak Jokowi sudah menjamin, sudah menerjunkan aparat kepolisian dan militer untuk menjaga prosesnya.

Satu suara sangat berharga, dan kalo semua ini sudah selesai. Ayo, Kita makan bakmi sama-sama, pilih mau yang mana.

(Bagian terakhir dipleset menjadi "makan babi").



Sumber: BeritaSatu.com