KPU Belum Bisa Pastikan Status Surat Suara Tercoblos Malaysia

KPU Belum Bisa Pastikan Status Surat Suara Tercoblos Malaysia
KPU Tidak Hitung Surat Suara Tercoblos di Malaysia ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Yustinus Paat / MPA Rabu, 17 April 2019 | 05:53 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan sampai saat pihaknya belum bisa memastikan status dari surat suara tercoblos di Kuala Lumpur Malaysia. KPU belum bisa memastikan surat suara tersebut merupakan produksi dari KPU atau tidak.

"KPU belum dapat mengambil penilaian atau kesimpulan tentang status kertas yang dianggap surat suara tersebut merupakan produksi KPU atau bukan," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2019) dini hari.

Penyebab utamanya, kata Wahyu, KPU belum bisa mengakses ke lokasi di mana surat suara tersebut tercoblos. Pasalnya, lokasi tersebut sudah dipolice line dan kasusnya sedang ditangani oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

"KPU belum dapat mengakses lokasi sebagaimana tayangan dalam video, sehingga belum dapat memeriksa kertas yang dianggap surat suara tersebut," tandas dia.

Wahyu mengatakan pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Bawaslu, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur dan Panwaslu Kuala Lumpur untuk menyelesaikan masalah kasus suara tercoblos ini.

"KPU berupaya bekerja sama dengan para pihak, agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan transparan," pungkas dia.

Video yang menggambarkan peristiwa pencoblosan surat suara dan penemuan surat suara telah dicoblos di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur beredar dan ramai dibicarakan pada Kamis, 11 April 2019 lalu. KPU Kemudian menindaklanjuti dengan melakukan rapat pleno dan Kamis malam langsung berkoordinasi Bawaslu RI.

Pada Jumat 12 April 2019 lalu, KPU mengirimkan tim ke Kuala Lumpur untuk menginvestigasi kasus surat suara tercoblos tersebut. Komisioner KPU Hasyim Asy'ari dan Ilham Saputra merupakan utusan KPU untuk mengecek lokasi dan surat suara tersebut.

Di Malaysia, Hasyim dan Ilham serta tim KPU telah bertemu dengan dubes Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana, PPLN dan Panwaslu Malaysia. Namun, KPU saat itu tidak bisa masuk ke lokasi adanya surat suara tercoblos. Pasalnya, PDRM sudah menempatkan police line di lokasi tersebut dan sedang menyelidiki kasus tersebut.

Pada Minggu, 14 April 2019, Hasyim kembali ke Malaysia, namun belum bisa mengakses ke lokasi surat suara tercoblos. Sampai saat ini, KPU terus berusaha agar bisa mengakses ke lokasi sembari menunggu hasil penyelidikan PDRM terkait kasus surat suara tercoblos tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com