Pemilu di Jayapura Ditunda, Gubernur Kecewa

Pemilu di Jayapura Ditunda, Gubernur Kecewa
Suasana pencoblosan di TPS 71 Waena Kampung, Distrik Abepura Kota Jayapura, Rabu (17/4/2019) ( Foto: Suara Pembaruan / Robert Isidorus )
Robert Isidorus / IDS Rabu, 17 April 2019 | 10:40 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Theodorus Kosay menegaskan, keterlambatan pendistribusian logistik membuat Pemilu yang sedianya digelar hari ini di 300 TPS di tiga Kelurahan di Jayapura Selatan, ditunda.

"Pencoblosan dilakukan besok,"ujarnya Rabu (17/4/2019).

Kata dia, keterlambatan ini diakibatkan KPU kekurangan tenaga melipat dan mensortir surat suara.

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, mengaku kecewa dengan kinerja penyelenggara pemilihan umum yakni KPU Kota Jayapura, Papua.

Pasalnya, ketika Lukas Enembe bersama istri hendak mencoblos di TPS 043 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan sekitar pukul 10.00 WIT, ternyata logistik pemilu belum juga tiba di TPS tersebut.

"Ini hampir semua TPS di Distrik Jayapura Selatan belum ada logistiknya. Belum tahu juga distrik lainnya," ungkap Lukas Enembe kepada wartawan di TPS 043 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Lukas Enembe mengaku, keterlambatan pendistribusian logistik ini karena kinerja KPU Kota Jayapura yang tidak baik.

"Ini KPU Kota Jayapura ada Provinsi Papua. Jelas saya sebagai warga negara yang akan memberikan hak suara merasa kecewa besar," tegasnya.

Senada dengan Gubernur Papua, Ketua KPPS TPS 043 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Matias Wiran juga mengaku kecewa atas keterlambatan pendistribusian logistik tersebut.

Ia menjelaskan, dengan keterlambatan logistik tentunya akan mempengaruhi waktu pencoblosan.

"Ya, kalau pencoblosan dimulai pukul 13.00 WIT tentunya berpengaruh. Kami akan membuka waktu pencoblosan sekitar 2-3 jam kemudian ditutup karena waktu sudah pukul 15.00 WIT," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan