Imam Besar Istiqlal: Semoga Ramadan Kembali Mempersatukan Kita

Imam Besar Istiqlal: Semoga Ramadan Kembali Mempersatukan Kita
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, memberikan tausiah dalam acara buka puasa bersama pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, 18 Mei 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / FMB Rabu, 17 April 2019 | 11:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mendoakan agar seluruh peserta Pemilu, baik yang menang maupun yang kalah, mendapat berkah.

"Kita kan kerjanya doa. Bagaimana mendoakan semuanya. Sama-sama mendapat berkah baik yang kalah maupun yang menang," kata Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (16/4/2019) malam.

Nasaruddin berharap pemenang pemilu menjalankan amanah dan menunaikan janji-janjinya kepada masyarakat. Sementara untuk pihak yang kalah, Nasaruddin mendoakan agar mendapat hikmah dari pemilu pertama yang digelar secara serentak ini.

"Kita juga doakan semoga yang menang itu dapat menjalankan amanah yang pernah dijanjikan pada masyarakat. Yang kalah juga kita mendoakannya semoga mendapat hikmah di balik pengalaman hidup," katanya.

Terlepas dari siapa yang menang, Nasarudin berharap usai pemilu situasi bangsa akan kembali tenang. Apalagi, dalam waktu kurang dari sebulan umat Muslim akan menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Nasaruddin berharap Ramadan dapat melembutkan hati yang pernah keras, dan menyatukan masyarakat yang berserakan.

"Allah merekayasa setelah pemilu ada bulan Ramadan. Pengalaman tahun lalu juga begitu kan. Dingin. Siapapun yang menang kita harus dukung," ungkapnya.

Harapan akan pemilu yang berjalan lancar dan aman juga disampaikan mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Alwi Shihab. Mantan Menteri Luar Negeri ini berharap setelah pemilu, hubungan yang selama ini panas dan penuh dengan pro atau kontra dapat kembali rekat.

"Setelah pemilu kita kembali merekatkan hubungan yang selama ini pro dan kontra dan tidak ada masalah di antara kita. Itu yang saya harapkan," katanya.

Alwi menyatakan, siapapun pemenang pemilu, bangsa Indonesia dapat melalui kontestasi politik ini dengan tenang.
"Yang menang tidak arogan dan yang kalah tidak merasa terhina," harapnya.



Sumber: Suara Pembaruan