63 Tahun, Jimly Asshiddiqie Berharap Dapat Terus Mengabdi

63 Tahun, Jimly Asshiddiqie Berharap Dapat Terus Mengabdi
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, memberikan pandangan dalam acara seminar Prospek Indonesia 2018 di Jakarta, Sabtu 16 Desember 2017. . ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / WM Rabu, 17 April 2019 | 00:03 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie genap berusia 63 tahun pada Rabu (17/4/2019) besok. Sejumlah sahabat Jimly menggelar syukuran di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (16/4/2019) malam.

"63 tahun harus disyukuri karena ini usia Rasulullah dan selama 23 tahun Rasulullah mengabdikan hidupnya untuk menyampaikan risalah, tapi sebelum jadi Nabi, Nabi Muhammad itu sudah menjadi teladan bagi masyarakatnya. Sejak kecil sudah disebut Al-Amin. Alhamdulillah, saya sudah mencapai usia 63 tahun itu mudah-mudahan terus sehat sesuai perkembangan zaman," kata Jimly.

Di usianya ini, Jimly berharap dapat terus mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan manusia, bangsa, dan negara.
"Maka saya berdoa pada Allah mudah2an panjang umur, sehat dan terus mendedikasikan diri untuk kemaslahatan hidup bersama. Untuk masyarakat, untuk bangsa dan negara," katanya.

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia itu diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Dewan Pertimbangan Presiden dan sejumlah jabatan lainnya baik di organisasi kemasyarakatan maupun pemerintahan.

Meski telah berusia 63 tahun, Jimly menegaskan tak ada kata pensiun dalam pengabdian kepada kemanusiaan, bangsa dan negara. Dengan riwayat panjang pengalamannya di organisasi kemasyarakatan maupun pemerintahan, Jimly menegaskan akan terus berkiprah menyumbangkan diri untuk kemanusiaan dan bangsa.

"Apa yang saya miliki sebagai ilmuwan, pengalaman yang saya geluti dalam hidup baik di masyarakat maupun dalam pengelolaan jabatan-jabatan pemerintahan dan negara, mudah-mudahan itu menambah energi bagi saya untuk melanjutkan ke depan. Insya Allah tidak ada kata pensiun. Pensiun hanya administrasi saja, tapi pengabdian pada bangsa dan negara sedapat mungkin kita teruskan sampai batas waktunya yang kita tidak tahu. Allah yang atur dan tentukan," ungkapnya.

Dalam syukuran ini, sejumlah tokoh nasional yang menjadi sahabat Jimly memberikan testimoni. Beberapa diantaranya Presiden ke-3 RI, BJ Habibie; Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar; mantan Ketua MK Hamdan Zoelva; Dosen Fakultas Hukum Monash University Nadirsyah Hosen; Rektor UIN Jakarta Amany Lubis; serta dua politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung; dan Agung Laksono.

"Jadi saya bersyukur para sahabat hadir pada kesempatan ulang tahun saya. Ini inisiatif teman-teman di ICMI," ungkap Jimly.



Sumber: Suara Pembaruan