Kericuhan Sempat Warnai di TPS Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Kericuhan Sempat Warnai di TPS Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Para penumpang pesawat dan pegawai Bandara Soekarno-Hatta kecewa karena tak bisa mencoblos Pemilu 2019 di TPS di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (17/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Chairul Fikri )
Chairul Fikri / WBP Rabu, 17 April 2019 | 16:29 WIB

Tangerang, Banten - Para penumpang dan pegawai Bandara Soekarno Hatta di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten mengaku kecewa karena tak bisa mencoblos. Alasannya, mereka tidak membawa formulir C5. Kekurangan kertas suara juga jadi salah satu penyebab pemilih tidak bisa mencoblos.

Salah satunya dialami salah satu pilot Garuda Indonesia yang kecewa karena tidak bisa mencoblos karena kertas suara habis.

"Gimana ini KPU kenapa bisa kertas suaranya habis padahal banyak penumpang dan pegawai di Bandara yang belum mencoblos. Lalu apa fungsi dan tujuan TPS di bandara, kalau kita tidak bisa menggunakan hak suara," ungkap seorang pilot Garuda yang enggan disebutkan namanya, Rabu (17/4/2019).

Senada dengan pilot Garuda, kekecewaan juga dialami Tini yang berencana berangkat umroh hari ini. Rini tak bisa memilih lantaran waktu penutupan TPS tidak sesuai ketentuan yakni jam 13.00 WIB.

"Ini kok bisa begini kita gak bisa milih, padahal saya datang jam 12.00 WIB dan saya langsung mendaftar karena saya ingin menyalurkan hak saya sebagai warga negara. Tapi ternyata TPS sudah ditutup jam 12.15 WIB," kata Rini.

Rini mengungkapkan, TPS tutup karena kertas suara habis. "Padahal saya sudah susah payah mengurus formulir C5. Ini gimana pihak KPU," tutur Tini yang merupakan jemaah umroh dari Bandung.

Pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sendiri mengungkapkan bahwa TPS di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta hanya menyediakan 195 lembar kertas suara. Namun karena animo besar, 195 surat suara tersebut habis sebelum waktu penutupan TPS pukul 13.00 WIB.



Sumber: BeritaSatu.com