Klaim Menang, BPN Minta Pendukung Tak Terprovokasi Lembaga Survei

Klaim Menang, BPN Minta Pendukung Tak Terprovokasi Lembaga Survei
Dahnil Anzar Simanjuntak.
Fana Suparman / AMA Rabu, 17 April 2019 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno mengklaim memenangi pilpres atas rivalnya Jokowi-Ma'ruf. Meneruskan pesan Prabowo, BPN meminta para relawan, dan pendukung untuk tidak terprovokasi, termasuk dari lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Prabowo melalui BPN menginstruksikan seluruh relawan, pendukung, dan saksi Prabowo-Sabdi untuk fokus mengawal dan mengawasi proses perhitungan suara.

"Hati-hati dengan provokasi, termasuk provokasi oleh lembaga-lembaga survei. Hati-hati lembaga survei yang tiba-tiba, ujug-ujug menenangkan salah satu calon terapi hati-hati jangan terprovokasi, tetap tenang, tetap calm down jaga TPS-nya," kata Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Dahnil menyatakan, hasil exit poll yang dilakukan internal BPN menunjukkan pasangan Prabowo-Sandi unggul dengan raihan 55,4%. Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, kemenangan berdasarkan hasil exit poll ini harus terus dikawal dalam proses perhitungan real count maupun quick count. "Tenang dan tetap kawal karena kita pastikan Prabowo-Sandi menang," tegasnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak menduga, terdapat sejumlah pihak yang sengaja memprovokasi dan memancing emosi seluruh elemen pendukung Prabowo-Sandi. Dahnil khawatir, jika terpancing dengan provokasi ini, relawan dan pendukung akan bertindak anarkis yang dapat menggagalkan kemenangan pasangan Prabowo-Sandi.

"Jangan sampai, para relawan itu termakan informasi-informasi hoax kemudian marah. Nah, ini yang sedang ditunggu beberapa pihak, anda marah, anarkis, dan justru bisa menganulir kemenangan kita. Yang kami khawatir seluruh Indonesia terprovokasi, justru menganggu kemenangan kita. Jadi sabar saja ikuti proses penghitungan dan jangan terprovokasi," katanya.

Diketahui, pengitungan cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin unggul perolehan suara dari Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno.



Sumber: Suara Pembaruan