Quick Count Jadi Referensi, KPU: Tunggu Hasil Resmi

Quick Count Jadi Referensi, KPU: Tunggu Hasil Resmi
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (dua kanan), besama sejumlah komisioner KPU menggunakan hak pilihnya pada Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa 12 Maret ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / YUD Rabu, 17 April 2019 | 17:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua KPU Arief Budiman mengatakan hasil quick count atau exit poll pemilihan residen dan pemilihan legislatif bisa dijadikan referensi dalam perolahan hasil pemilu. Namun, Arief menegaskan bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi Pemilu.

"Kalau ada quick count, ada yang bikin exit poll, jadikan itu sebuah referensi. Jadikan itu sebagai sebuah informasi," ujar Arief Budiman di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Rabu (17/4).

Arief mengatakan KPU tidak melakukan quick count Pemilu 2019. KPU, kata dia, hanya melakukan real count Pemilu 2019, berdasarkan data dari tingkat TPS yang dihitung dan direkap secara berjenjang sampai tingkat nasional.

"KPU ini kan nggak bikin quick count. KPU itu mengerjakan pemilu ini real count. Nanti pedomani saja hasil yang diungkapkan KPU. Hasil resminya kapan, berapa hasil resminya, ya nanti nunggu ketika menetapkan hasilnya," tandas Arief.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya menetapkan hasil pemilu 2019 secara nasional paling lama 35 hari pasca pemungutan suara, Rabu, 17 April 2019. Dengan demikian, hasil resmi pemilu 2019 baru bisa diketahui paling lama pada 22 Mei 2019.

"Hasil resmi menurut Undang-Undang paling lama 35 hari setelah pemungutan suara dilakukan KPU sudah harus mengumumkan," ujar Arief Budiman saat pemantauan pemungutan suara di TPS Rutan Kelas II Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

Ketentuan ini diatur dalam Pasal 413 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatakan bahwa KPU menetapkan pemilu secara nasional dan hasil perolehan suara pasangan calon, perolehan suara parpol untuk DPR RI dan perolehan suara DPD paling lama 35 hari setelah pemungutan suara.

Sementara KPU Provinsi menetapkan hasil perolehan suara parpol untuk DPRD Provinsi paling lama 25 hari setelah pemungutan suara. KPU Kabupaten/Kota menetapkan hasil perolehan suara parpol untuk DPRD Kabupaten/Kota paling lama 20 hari setelah pemungutan suara.

"Penetapan perolehan hasil pemilu dalam sidang pleno terbuka," tandas dia.

Proses penghitungan suara di TPS akan dimulai setelah selesai pemungutan suara pada pukul 13.00 waktu setempat. Penghitungan suara tersebut berlangsung hingga pukul 24.00. Jika belum selesai, maka waktu untuk penghitungan ditambah 12 jam tanpa jeda.

Penghitungan suara diawali dengan penghitungan untuk pemungutan suara presiden dan wakil presiden, disusul pemungutan suara DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Setelah itu, dilakukan rekapitulasi secara berjenjang mulai dari kecamatan, Kabupaten/kota, Provinsi dan tingkat nasional. Proses penghitungan suara dan rekapitulasi dilakukan secara terbuka, dihadiri para saksi peserta pemilu dan diawasi oleh pengawas.



Sumber: BeritaSatu.com