Hasil Quick Count, Prabowo Minta Pendukung Tak Terprovokasi

Hasil Quick Count, Prabowo Minta Pendukung Tak Terprovokasi
Calon Presiden no urut 02, Prabowo Subianto memberikan jumpa pers seputar hasil penghitungan sementara pemungutan suara Pemilu 2019 di Sekretariat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Jakarta, Rabu (17/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Fana Suparman / YUD Rabu, 17 April 2019 | 18:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat atau Quick Count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hasil quick count seluruh lembaga survei menempatkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengungguli perolehan suara dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Prabowo meminta seluruh tim sukses, relawan dan pendukungnya untuk tidak terpancing emosinya dan bertindak anarkis menanggapi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Hal ini lantaran berdasarkan perhitungan internal, Prabowo-Sandi meraih 55,4% berdasarkan exit poll dan 52,2% berdasar quick count.

"Saudara-saudara sekalian saya imbau tetap tenang semua tenang dan tidak terprovokasi untuk lakukan anarkis," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara 4, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Lebih lanjut Prabowo menyebut adanya upaya penggiringan opini yang dilakukan lembaga survei. Pernyataan ini menanggapi hasil quick count sejumlah lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Meski demikian, Prabowo menginstruksikan kepada seluruh tim pemenangannya untuk tidak mengambil langkah yang dapat melanggar hukum. Dia mengimbau kepada seluruh tim sukses untuk tetap tenang.

"Saya tegaskan pada pendukung saya untuk sama sekali tidak terpvokasi dan hindari bentuk tindakan berlebihan diluar hukum dan kekerasan apapun," tegasnya.

Ketimbang bertindak anarkis dan melanggar hukum, Prabowo meminta para pendukungnya untuk fokus mengawal kotak suara yang ada di seluruh TPS. Hal itu untuk melawan terjadinya kecurangan.

"Tetap fokus kawal kotak suara karena kotak itu kunci kemenangan agar kebohongan-kebohongan yang sudah dilakukan bisa dilawan," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan