Tidak Deklarasikan Kemenangan, Yeni Wahid: Jokowi Rendah Hati

Tidak Deklarasikan Kemenangan, Yeni Wahid: Jokowi Rendah Hati
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widod0, menunjukkan jarinya usai yang telah dicelup tinta seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 008, Gambir, Jakarta, Rabu 17 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / YUD Rabu, 17 April 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Sukses Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Yeni Wahid mengemukakan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) tidak mau arogan dengan kemenangan yang diraih pada Pilpres 2019 ini. Meski berbagai hasil exit poll dan perhitungan cepat (quick count) yang memenangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin, Paslon ini tidak mau deklarasikan kemenangan. Jokowi-Ma'ruf menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Pak Jokowi itu orangnya rendah hati dan sederhana. Beliau tidak ingin mendahului kehendak. Walaupun semua quick count unggulkan Jokowi dan marginnya cukup jauh. Kalau pun nanti ada perbedaan dengan KPU, nanti pasti sedikit sekali perbedaannya. Jadi Insya Alah Jokowi menang," kata Yeni usai mendampingi Jokowi dan Maruf Amin dalam memantau perhitungan cepat di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Ia menjelaskan Jokowi orang yang patuh pada konstitusi dan Undang-Undaang. Jokowi akan menunggu hasil KPU sebagai lembaga resmi yang mengumumkan hasil pemilu.

"Beliau patuh pada konstitusi, UU dan lembaga-lembaga berwenang yang mengumumkan hasil pemiu," tuturnya.

Dia menegaskan Timses Paslon 01 cukup percaya diri dengan kemenangan. Timses 01 yakin Jokowi-Amin menang besar. Namun tidak mau arogan dengan deklarasikan kemenangan.

"KPU itu lembaga independen. Walapun dari 01 cukup percaya sebagai pemenang, tapi kita tidak ingin arogan, kemudian deklarasikan kemenangan," tutup Yeni.



Sumber: Suara Pembaruan