Politisi Gerindra: Pemilu Kali Ini Brutal, Penuh Kecurangan

Politisi Gerindra: Pemilu Kali Ini Brutal, Penuh Kecurangan
Pemilu 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Carlos KY Paath / WBP Rabu, 17 April 2019 | 19:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Raden Muhammad Syafii menyoroti pelaksanaan Pemilu 2019. Menurutnya, pemilu serentak antara Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 ini penuh kecurangan.

“Pemilu kali ini adalah yang paling brutal, karena tidak lagi mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama yang dilakukan oleh para aparat penyelenggara pemilu. Semua sudah tahu dan bukan rahasia lagi. Dalam pelaksanaan pencoblosan, kecurangan-kecurangan terjadi secara masif, terstruktur dan sistematis di seluruh Indonesia,” kata Raden Muhammad Syafii dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Rabu (17/4/2019).

Menurut Raden Muhammad Syafii, lembaga-lembaga survei terus memberikan opini bahwa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) kalah dalam pilpres. Sementara pasangan calon (paslon) 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) unggul.

“Pembentukan opini yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei pesanan dari pasangan petahana, terus memberikan opini bahwa pasangan Prabowo-Sandi sudah kalah. Fakta di lapangan, dari informasi yang kita terima, belum ada satu daerah yang menyatakan kemenangan Jokowi mengalahkan pasangan Prabowo-Sandi,” tegas Raden Muhammad Syafii.

Menurut Raden Muhammad Syafii, informasi yang diterima terutama di Sumatera Utara, paslon 02, Prabowo-Sandi memenangkan pilpres. Raden Muhammad Syafii juga mengungkap, survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring yang menggunakan data dari exit poll juga melansir hasil serupa. “Ternyata Prabowo memenangkan Pilpres sampai 10 persen dan kecenderungannya akan terus menang,” ucap Raden Muhammad Syafii.

Raden Muhammad Syafii memiliki pesan kepada seluruh pendukung, simpatisan, dan relawan Prabowo-Sandi. "Apa yang dipamerkan lembaga survei di lembaga televisi yang selalu tidak berpihak pada hukum ini, kalian jangan menjadi putus asa,” ujar pria yang akrab dipanggil Romo Syafii ini.

Raden Muhammad Syafii menyatakan, pihaknya masih bisa menganulir hasil quick count melalui data-data yang dimiliki di setiap tempat pemungutan suara (TPS). “Karena itu mari kita tambah bersemangat untuk mengumpulkan C1. Karena lembar C1 ini adalah catatan yang sangat resmi memiliki tingkat validitas yang paling tinggi,” kata Raden Muhammad Syafii.

Dengan data C1, menurut Raden Muhammad Syafii, pihaknya akan menghitung real count hasil Pilpres 2019. “Yakinlah Prabowo-Sandi menang. Tinggal apakah kita mau melengkapi data kemenangan Prabowo-Sandi. Silakan berjuang, kumpulkan C1 di Romo Center,” imbuh Raden Muhammad Syafii.

Raden Muhammad Syafii juga menyebut akan membuat perlawanan konstitusional terhadap pengumuman yang tidak bertanggungjawab oleh lembaga-lembaga survei pesanan petahana.



Sumber: Suara Pembaruan