Hasil Quick Count Populi: Jokowi-Ma'ruf Unggul

Hasil Quick Count Populi: Jokowi-Ma'ruf Unggul
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo, menyapa pendukungnya usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu 17 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
/ YUD Rabu, 17 April 2019 | 20:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hasil hitung cepat lembaga survei Public Opinion and Policy Research (Populi) telah terdata hingga 93 persen pada pukul 19.32 WIB, dan menunjukkan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di angka 54,06 persen, sementara itu pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh angka 45,94 persen.

"Hasil ini sudah tergolong relatif stabil sejak 60 persen data masuk, artinya hingga 100 persen data nanti angka ini tidak akan terlalu banyak bergeser," ujar Direktur Eksekutif Populi Hikmat Budiman di kantor Populi di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Hikmat menyebutkan berdasarkan hasil hitung cepat oleh beberapa lembaga survei nasional, angka besar hasil hitung cepat menunjukkan 54 persen hingga 55 persen unggul untuk Jokowi-Ma'ruf.

"Bila hitung cepat dilakukan dengan metode yang benar meskipun berbeda, maka hasilnya akan mirip, bahkan dengan hasil rekapitulasi KPU," jelas Hikmat.

Hikmat mengatakan berdasarkan Pemilu 2014, hasil hitung cepat beberapa lembaga survei nyaris sama dengan hasil rekapitulasi KPU, karena lembaga-lembaga survei ini menggunakan metode yang benar.

"Dengan metode sampling yang baik dan benar serta dapat dipertanggungjawabkan maka hasilnya tidak akan terlalu jauh dengan hasil resmi KPU. Kalaupun berbeda hanya pada poin-poin kecil saja," ujarnya.

Hikmat kemudian memberi analogi bahwa hitung cepat dengan metode yang benar, sama seperti mencicipi satu sendok sup dari sebuah kuali besar.

"Kalau kita mau merasakan sayur sup satu panci, maka untuk mencicipi tidak perlu mencicipi satu panci karena satu sendok pun rasanya sama," tutur Hikmat.

Kendati demikian Hikmat mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan hasil hitung cepat sebagai acuan, karena hasil resmi hanya berasal dari KPU sebagai lembaga negara penyelenggara Pemilu.

"Tapi harus diingat hitung cepat ini bukanlah survei, karena kami mengambil data dari TPS hasil pemilihan bukan menjadikan orang sebagai responden. Ini adalah hasil berupa angka dari TPS," tegas Hikmat.



Sumber: ANTARA