LSI Denny JA: Lima Alasan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

LSI Denny JA: Lima Alasan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan) didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu 17 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yuliantino Situmorang / YS Rabu, 17 April 2019 | 20:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyimpulkan, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 55,44%, sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 44,56%.

Berdasarkan data tertulis yang diperoleh Beritasatu.com, Rabu (17/4/2019) sore disebutkan, ada lima alasan kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Alasan Pertama, mayoritas publik puas atas kinerja Jokowi. Sebanyak 69,5% menyatakan puas, dan 25,6% tidak puas, lalu 4,9% tidak tahu/tidak menjawab.

Alasan kedua, mayoritas publik puas dengan enam program sukses Jokowi dengan tingkat pengenalan kesukaan secara populasi di atas 60%. Enam program itu yaitu, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, Pembangunan Infrastruktur, Dana Desa, dan Beras Sejahtera.

Alasan ketiga, karena adanya dukungan dari tiga segmen utama yakni non-Islam, wong cilik, dan Nahdlatul Ulama (NU). LSI memaparkan, untuk non-Islam, Jokowi-Ma'ruf meraih 82,7% sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 17,3%. Kemudian, untuk segmen wong cilik, Jokowi-Ma'ruf meraih 58,8% dan Prabowo-Sandi 41,2%, lalu di segmen NU Jokowi-Ma'ruf meraih 55,5% dan Prabowo-Sandi sebesar 44,5%.

Alasan keempat, golongan putih (golput) atau tidak menentukan pilihan terjadi proporsional. Semakin golput rendah, Jokowi-Ma'ruf semakin diuntungkan. Karena secara agregat, Jokowi-Ma'ruf menang. Golput pada Pemilu 2014 sebesar 30,42%, sedangkan pada 2019, golput versi hitung cepat LSI Denny JA sebesar 19,27%.

Alasan kelima, kepribadian Jokowi ternyata lebih disukai. Kepribadian yang dimaksud adalah jujur, pintar, nasionalis, agamis, berwibawa saat memimpin, perhatian pada rakyat, mampu mengambil keputusan dengan tegas, mampu mengatasi masalah ekonomi, politik, keamanan, penegakan hukum, dan masalah sosial.

"Secara kepribadian, Jokowi lebih baik dibanding Prabowo," demikian survei LSI Denny JA.

Dalam hitung cepat itu, LSI Denny JA menyebutkan, tingkat partisipasi pemilih mencapai 80,73%, dengan data sampel yang masuk 95,55%, dengan sampling error 1%.

“Teknik pengambilan sampel melalui multistage random sampling dengan jumlah sampel 2.000 TPS,” demikian data yang dirilis LSI Denny JA.

Disebutkan, sampel TPS tersebar secara proporsional berdasarkan provinsi di Indonesia. Dari data itu terungkap, Jokowi-Ma'ruf menang di 20 provinsi, sedangkan Prabowo-Sandiaga di 14 provinsi.



Sumber: Suara Pembaruan