Tak Lolos Parlemen, PSI Tetap Perjuangkan Gerakan Antikorupsi dan Antiintoleransi

Tak Lolos Parlemen, PSI Tetap Perjuangkan Gerakan Antikorupsi dan Antiintoleransi
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (tengah) memberi keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam. ( Foto: istimewa / istimewa )
Yustinus Paat / YS Rabu, 17 April 2019 | 22:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menegaskan, partainya dan seluruh kader PSI tetap memperjuangan gerakan antikorupsi dan antiintoleransi. Menurut Grace, darah yang mengalir dalam diri PSI adalah darah antikorupsi dan antiintoleransi.

"Kami akan terus memperjuangkan nilai-nilai yang kita yakini. Kami tak henti-hentinya berjuang melawan korupsi dan intoleransi yang selama ini kami perjuangkan meskipun tidak lolos parlemen," ujar Grace di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

PSI, kata Grace, tidak mau hanya hadir musiman pada saat pemilu saja. Menurut dia, PSI akan terus bersuara mewujudkan nilai-nilai yang diperjuangkan.

"Kami punya modal suara 2 persen atau 3 juta orang berdasarkan hasil quick count. Kami tidak akan sia-siakan suara kalian yang telah memilih kami. Kami akan merawat, mempertahankan dan memperjuangkan aspirasi kalian dari luar parlemen," tandas dia.

Grace menegaskan, PSI tidak akan menyalahkan siapa-siapa terkait gagalnya langkah PSI menuju parlemen. Kader, pengurus, Caleg PSI, kata dia, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat.

"Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanasime demokrasi yang harus kami terima dan hormati. Tidak ada penyesalan. Sama sekali tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama membangun partai ini. Kami, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa," ungkap dia.

Lebih lanjut, Grace menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk membangun PSI. Di tengah apatisme politik, kata dia, PSI berhasil membuktikan bahwa masih banyak orang yang mau berkontribusi untuk mendukung PSI.

"Ada menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI. Kepada mereka semua, kami mengucapkan terima kasih," tutur dia.

Grace juga meminta pengurus dan caleg PSI tidak putus asa dan tetap menjaga suara PSI. Meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, Grace yakin bahwa akan banyak kader-kader PSI yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten kota. Menurut Grace, itu adalah modal politik yang harus kita rawat.

"Kepada seluruh kader, pengurus, dan simpatisan, setelah ini kita akan mengatur kembali rencana ke depan. Terima kasih atas perjuangan kalian yang sangat membanggakan. Kita akan terus bergerak. Saya yakin itu, karena saya tak pernah meragukan kecintaan kalian kepada negeri ini. PSI akan kembali menyapa rakyat. Bukan lima tahun lagi, tapi besok," pungkas dia.



Sumber: Suara Pembaruan