Kejutan PSI Jadi Parpol Empat Besar di Jakarta

Kejutan PSI Jadi Parpol Empat Besar di Jakarta
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (tengah) memberi keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam. ( Foto: istimewa / istimewa )
Dwi Argo Santosa / DAS Kamis, 18 April 2019 | 12:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hitung cepat atau quick count Pileg yang dikeluarkan berbagai lembaga survey menempatkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kuda hitam di Jakarta. Dalam partisipasi perdana di kontes legislatif di Ibukota, partai besutan Grace Natalie ini diprediksi meraih perolehan suara keempat terbesar di Jakarta, melebihi 12 partai lainnya.

Walaupun dalam quick count nasional PSI hanya meraih 2% dan tidak melewati ambang batas parlemen nasional, khusus di Jakarta PSI diprediksi meraih 8% suara.

“Berdasarkan hasil rilis quick count, PSI akan menjadi partai keempat terbesar di Jakarta. Tentunya kami masih menunggu rekapitulasi resmi KPUD. Saya sudah instruksikan semua pengurus, caleg, dan relawan untuk kawal terus penghitungan suara dari TPS, Kecamatan, hingga nanti di tingkat Provinsi,” ungkap Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar melalui keterangan yang diterima Beritasatu.com, Kamis (18/4/2019).

Quick count CSIS-Cyrus Network mencatat perolehan suara PSI di Jakarta di angka 7,98%, di belakang PDI-P (23,05%), PKS (16,4%), dan Gerindra (14,87%). Sementara itu, sampai dengan data Kamis dini hari, quick count Indobarometer mencatat perolehan suara PSI di angka 8,11%, setelah PDI-P (25,07%), PKS (17,49%), dan Gerindra (15,26%).

“Ini pencapaian luar biasa. Kami berterima kasih kepada warga Jakarta yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan, mengizinkan kami menguji dan mempertontonkan karakter kami. Harapan yang Anda percayakan tidak akan sia-sia. Akan kami buktikan dengan niat tulus, kerja keras, dan integritas kami di DPRD Jakarta lima tahun ke depan,” imbuh Michael.

Michael mengatakan bahwa PSI Jakarta telah berupaya keras menjaring caleg terbaik, melibatkan partisipasi masyarakat, bahkan menjalankan penggalangan dana terbuka untuk membantu orang baik masuk politik dan berkampanye. Keberhasilan PSI di Jakarta tidak lepas dari kerja keras para caleg DPR dan DPRD selama masa kampanye untuk meyakinkan masyarakat dan menawarkan solusi terhadap permasalahan di Jakarta.

“Pekerjaan rumah di Jakarta masih banyak. Pembangunan manusia dan infrastruktur harus lebih adil dan progresif. Sebagai partai oposisi, PSI akan mengawal dan memastikan program Gubernur Anies bisa lebih baik lagi. Kami tidak akan segan-segan mengkritisi, tapi kami juga mau menawarkan solusi dan bersedia duduk bersama. Kami akan menjadi oposisi yang konstruktif. Itulah harapan warga Jakarta agar tidak ada perpecahan politik lagi. Mari kita sama-sama mengedepankan pembangunan Jakarta,” ujar Michael.

Pascapemilu, PSI mengajak masyarakat kembali bersatu dan menjaga perdamaian bangsa. PSI juga berharap masyarakat turut mengawal dan menuntut akuntabilitas pejabat publik yang terpilih. Sebagai partai yang mengedepankan transparansi, PSI mengajak masyarakat memberikan masukan dan kritik bagi PSI, bahkan turut aktif berpartai dan berpolitik.

“DPP sudah siapkan aplikasi untuk mengawal kinerja anggota dewan PSI. Anda bisa pecat anggota yang kinerja buruk, bolos, tidur, atau tidak turun ke lapangan. Prioritas kami di DPRD Jakarta adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Kami akan fokus bergerak memberantas korupsi dan intoleransi di Jakarta,” katanya.