Hari Ini, KPU Mulai Pemilu Susulan di 2.249 TPS

Hari Ini, KPU Mulai Pemilu Susulan di 2.249 TPS
TPS 26 Kota Jayapura. ( Foto: SP/Robert Isidorus )
Yustinus Paat / IDS Kamis, 18 April 2019 | 13:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut mulai hari ini pihaknya menyelenggarakan pemilu susulan di 2.249 TPS yang sebelumnya tidak bisa menyelenggarakan pemungutan dan penghitungan suara.

"Yang melakukan secara susulan hari ini adalah TPS-TPS di Papua (yang belum menggelar pemungutan suara pada Rabu)," ujar Komisioner KPU Ilham Saputra saat dikonfirmasi Beritasatu, Kamis (18/4/2019).

Ilham mengakui bahwa pada Rabu (17/4/2019), 2.249 TPS tersebut belum melakukan apa-apa. Sebab, terdapat kendala logistik dan bencana alam di wilayah tersebut. Sehingga, sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, di TPS tersebut dilakukan pemilu susulan.

"Semua yang ada dalam daftar kami itu belum melakukan apa-apa sehingga harus pemilu susulan," katanya.

Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, menyampaikan perkembangan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu (17/4/2019). Berdasarkan laporan dari daerah, sebanyak 2.249 TPS tidak melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu.

"Jumlah TPS yang tidak dapat melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 17 April 2019 adalah 2.249 dari total keseluruhan jumlah TPS yang dibentuk oleh KPU sebanyak 810.193," ujar Arief Budiman di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, dini hari tadi.

Menurut Arief, jumlah tersebut hanya sebanyak 0,28% dari jumlah total TPS di seluruh Indonesia. TPS-TPS tersebut tersebar di 18 kabupaten/kota. Arief mengakui tidak menutup kemungkinan jumlah TPS yang tidak melaksanakan pemungutan suara bertambah.

"Saya perlu ditegaskan laporan tadi sampai dengan Rabu pukul 23.00 WIB. Jadi laporan ini bisa saja terus berkembang, bisa saja dikoreksi, apakah mungkin ada laporan yang kurang tepat. Nanti kalau ada koreksi kita sampaikan lagi," jelas dia.

Penyabab pemungutan dan penghitungan suara di TPS-tersebut tidak dilaksanakan karena keterlambatan distribusi logistik sehingga pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

"Kemudian, ada yang karena bencana alam misalnya banjir jadi di Kota Jambi sehingga pemungutan suara tidak dapat dilaksanakan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com