GIB Minta Banser NU dan GP Ansor Menahan Diri

GIB Minta Banser NU dan GP Ansor Menahan Diri
Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama mengikuti Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, 18 April 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / YS Kamis, 18 April 2019 | 18:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi berharap Banser NU dan GP Ansor tidak melibatkan diri dalam hiruk pikuk pascapemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Adhie mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Banser dan Ansor.

“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman Banser dan Ansor. Saya sampaikan begini, ini situasi akibat permainan gila-gilaan lembaga survei yang rilis quick count (hitung cepat), membuat eskalasi politik memanas. Saya harapkan teman Banser dan Ansor untuk tidak terlibat,” ujar Adhie.

Hal itu tersebut disampaikan Adhie di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), Jakarta, Kamis (18/4/2019).

“Ini bukan konflik agama, tapi demokrasi. Jangan terlibat jauh dan mendingan menarik mundur,” ujar Adhie.

Ketua umum Perkumpulan Swing Voters itu juga menyebut, “Karena dulu, walau Gus Dur pimpinan NU, kita tidak gunakan Banser dan Ansor. Karena Banser dan Ansor didesain untuk mengawal kiai bukan politik, apalagi Pilpres.”

Menurut Adhie, jika kubu pasangan calon (paslon) 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) hendak melakukan perlawanan, ada relawan-relawan.

“Saya bilang, kalau pihak Jokowi dan lain-lain mau bikin perlawanan, kan mereka punya relawan Projo. Jangan pakai Banser dong,” ucap Adhie.



Sumber: Suara Pembaruan